Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Paling Tinggi Sepanjang Masa

Kompas.com, 1 April 2026, 09:12 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencatatkan sejarah baru dalam mobilitas masyarakat Indonesia.

Korlantas Polri mencatat lonjakan pergerakan kendaraan tertinggi sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat, baik dari sisi volume harian maupun total pergerakan.

Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini berjalan dengan baik berkat kontribusi seluruh pihak yang terlibat.

Baca juga: Kesalahan Pengemudi yang Bikin Power Steering Cepat Rusak

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti kurangnya dermaga di lintas Merak-Bakauheni menjadi faktor terjadinya antrean panjang saat arus mudik dan balik lebaran 2026.KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti kurangnya dermaga di lintas Merak-Bakauheni menjadi faktor terjadinya antrean panjang saat arus mudik dan balik lebaran 2026.

“Operasi ketupat sudah berlangsung, alhamdulillah cukup berhasil dengan indikator bahwa semua rekan-rekan melaksanakan penugasan dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab, semua punya kontribusi,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, capaian tahun ini bahkan meningkat dibandingkan periode sebelumnya, meskipun tetap ada evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Berkaitan dengan indikator-indikator keberhasilan dan tentunya juga ada beberapa catatan yang mungkin harus kita perbaiki. Tahun 2025 operasi ketupat cukup berhasil, tahun 2026 kemarin kita tingkatkan lagi,” ucap Agus.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Naik 1 April 2026

Penumpang bus mengantre untuk naik ke bus di Terminal Patria Blitar, Mingntrgu (29/3/2026)Dok. Terminal Blitar Penumpang bus mengantre untuk naik ke bus di Terminal Patria Blitar, Mingntrgu (29/3/2026)

Lonjakan mobilitas menjadi sorotan utama. Meski sempat diprediksi menurun, faktanya jumlah pergerakan justru meningkat signifikan.

“Melihat dari tantangan ataupun prediksi maupun proyeksi bahwa pergerakan orang, masyarakat, barang dan kendaraan, surveinya menurun tetapi faktanya meningkat dari 143 juta kendaraan menjadi 147 juta kendaraan, termasuk juga proyeksi pergerakan mobilitas kendaraan yang terhitung melintasi Gate tol yang meninggalkan Jakarta,” kata dia.

Data menunjukkan sekitar 3,5 juta kendaraan meninggalkan Jakarta menuju berbagai wilayah seperti Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatra. Seluruh pergerakan tersebut berhasil dikelola dengan baik melalui berbagai strategi rekayasa lalu lintas.

Baca juga: Quartararo Patah Arang: Motor Yamaha V4 Belum Sesuai Ekspektasi

Kondisi arus lalu lintas arus balik Lebaran 2026Jasa Marga Kondisi arus lalu lintas arus balik Lebaran 2026

“Semuanya bisa kita kelola dengan baik. Proyeksi kembalinya adalah 3,4 juta kendaraan. Dari proyeksi itu rencana pengamanan dan garis-garis besar operasi sudah berjalan dengan sangat baik,” kata Agus.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tahun ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Puncak arus mudik mencatat angka yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Sebagai catatan yang pertama adalah arus mudik tertinggi sepanjang sejarah sampai saat ini, satu hari yang meninggalkan Jakarta sejumlah 270.315, ini tertinggi dan terbanyak sepanjang sejarah arus puncak mudik selama ini dan sudah bisa terkelola dengan baik,” ujar dia.

Arus balik juga yang tertinggi sepanjang sejarah sejumlah 256.338 kendaraan, arus mudik puncaknya ada peningkatan 4,62 persen. Tahun lalu 250.000 kendaraan, tahun ini 270.000 itu arus mudiknya. Arus puncaknya tahun lalu 223.000 kendaraan tahun ini 256.000 kendaraan, dan ini luar biasa,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau