Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transaksi SPKLU Diklaim Naik 4 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran

Kompas.com, 30 Maret 2026, 12:12 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Lonjakan penggunaan kendaraan listrik saat mudik Lebaran tahun ini membawa kabar positif bagi perkembangan ekosistem EV di Indonesia.

PT PLN (Persero) mencatat rekor tertinggi transaksi harian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), menandakan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh.

Rekor tersebut terjadi pada Senin (23/3) atau H+2 Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam satu hari, transaksi pengisian kendaraan listrik mencapai 18.088 kali dengan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh).

Baca juga: Tidak Bisa Gaji Karyawan, Merek Mobil Listrik Asal China Ini Bangkrut

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memperkuat layanan mudik Lebaran 2026 dengan menyediakan 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di jalan tol.Dok. Kementerian PU Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memperkuat layanan mudik Lebaran 2026 dengan menyediakan 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di jalan tol.

Angka ini melonjak drastis hingga 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang.

Ia menegaskan, peningkatan tersebut tidak lepas dari pembangunan infrastruktur SPKLU yang semakin masif.

Baca juga: Klasemen MotoGP Usai Sprint Race Amerika Serikat: Martin di Pucuk

Charge+ dan KG Properti Resmikan SPKLU Ultra Fast di Urban Hub Palmerahkompas.com/nanda Charge+ dan KG Properti Resmikan SPKLU Ultra Fast di Urban Hub Palmerah

"Dibandingkan dengan tahun kemarin, memang belum semasif sekarang. Ini terjadi karena memang industri daripada mobil listrik ini belum sebaik sekarang,” ujar Bahlil, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).

"Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya enggak kita bangun," kata dia.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, tingginya angka transaksi selama mudik mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur yang disediakan PLN bersama mitra.

Baca juga: 3 Pebalap Indonesia di MotoGP Amerika: Veda Start P4, Mario Aji P19, Dimas Ekky P7

Fasilitas SPKLU rest area KM 43KOMPAS.com/ JANLIKA PUTRI Fasilitas SPKLU rest area KM 43

"Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh," ujar Darmawan.

Untuk mendukung lonjakan tersebut, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer.

Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, baik di jalur tol maupun non-tol, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.

Baca juga: Toyota Ubah Hilux Rangga Jadi Lebih Agresif, Mirip G63 Brabus

SPKLU Astra Infradok.Astra SPKLU Astra Infra

Tak hanya itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis exit tol guna mengantisipasi kebutuhan pengisian darurat. Ribuan personel turut diterjunkan untuk memastikan operasional tetap lancar selama periode siaga mudik.

Peningkatan tidak hanya terjadi dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas layanan. Sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi kini telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging, sehingga waktu pengisian daya menjadi lebih singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau