JAKARTA, KOMPAS.com – Jaguar Land Rover (JLR) bersama Chery Automobile resmi meluncurkan merek Freelander pada 31 Maret 2026.
Nama legendaris tersebut dihidupkan kembali setelah terakhir digunakan pada 2015, kini sebagai perusahaan kendaraan energi baru yang berdiri sendiri dengan target pasar global, khususnya segmen off-road.
Merek ini lahir dari kerja sama jangka panjang antara JLR, yang berada di bawah naungan Tata Motors, dan produsen otomotif swasta asal Tiongkok, Chery.
Sejak memperoleh kemandirian pada Juni 2024, Freelander tidak lagi menjadi sub-merek Land Rover seperti Range Rover, Defender, atau Discovery, melainkan berdiri sebagai entitas otonom dengan peta jalan produk, jaringan distribusi, serta CEO sendiri.
Baca juga: Chery Siapkan Mobil Listrik Penantang Geely EX2
Peluncuran tersebut menyoroti kehadiran Freelander 97 Concept, yang namanya merujuk pada tahun debut Land Rover Freelander generasi pertama.
Mobil konsep ini menampilkan gambaran SUV enam penumpang berukuran menengah hingga besar yang diproyeksikan segera masuk jalur produksi. Dimensinya lebih dari 5.100 mm dengan jarak sumbu roda di atas 3.000 mm.
Freelander, merek baru hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land RoverSalah satu elemen desain yang mencuri perhatian adalah pilar C diagonal, yang terinspirasi dari atap keras yang dapat dilepas pada model wheelbase pendek generasi awal. Sentuhan tersebut menjadi penghubung antara pendekatan teknik modern dengan siluet khas era 1990-an.
"Kami tidak mengekspor mobil China ke dunia, tetapi kami membangun mobil dunia, untuk dunia, sejak awal," ujar CEO Wei Lan, dikutip dari Globalchinaev.com, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Chery QQ3 EV Meluncur, Penantang Geely EX2 dan Aion UT
Wei Lan menegaskan, setiap model akan disesuaikan secara khusus dengan karakter pasar tujuan, bukan sekadar adaptasi dari spesifikasi pasar Tiongkok.
Freelander, merek baru hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land RoverModel produksi perdana dengan kode internal E0V dikembangkan menggunakan platform modular generasi terbaru Chery E0X.
Platform ini mendukung arsitektur kelistrikan 800V, serta kompatibel dengan berbagai sistem penggerak, mulai dari battery electric vehicle (BEV), extended range electric vehicle (EREV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Dalam konfigurasi tiga motor, tenaga puncaknya mencapai 413 kW atau setara 554 tk. Khusus varian EREV, mengandalkan mesin 1,5 liter turbo, dengan konsumsi energi mencapai 12 kWh per 100 km.
Pengembangan sistem baterai dilakukan bersama CATL, dengan nama Freevoy Range-Extended Hybrid Battery. Teknologi ini mendukung pengisian super cepat 6C dengan daya hingga 360 kW.
Freelander, merek baru hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land RoverPerlindungan tambahan berupa pelindung bawah bodi serta lapisan polimer FD disiapkan untuk menunjang penggunaan off-road yang intens. Freelander juga menjadi salah satu merek global pertama yang mengadopsi prosesor otomotif Qualcomm Snapdragon 8397 pada seluruh lini produknya.
Produksi kendaraan pertama dijadwalkan mulai akhir 2026. Freelander telah menggandeng lebih dari 60 diler yang tersebar di 50 kota di Tiongkok.
Dalam lima tahun ke depan, merek ini menargetkan peluncuran enam model baru dengan ritme satu model setiap enam bulan. Harga jual di pasar domestik diperkirakan berada pada kisaran 250.000 hingga 450.000 yuan, atau sekitar 36.200 hingga 65.100 dollar AS.
Model pertama diproyeksikan dibanderol sekitar 400.000 yuan, sehingga akan bersaing langsung dengan SUV listrik tiga baris dari AITO, Li Auto, dan NIO.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang