Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lindungi Industri Lokal, Jepang Injak Rem Insentif EV China

Kompas.com, 1 April 2026, 09:22 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang resmi memperketat keran insentif untuk seluruh kendaraan roda empat listrik (electric vehicle/EV), yang berdampak langsung pada produsen asing seperti BYD.

Subsidi untuk mobil listrik raksasa asal China itu kini hanya sebesar 150.000 yen atau sekitar Rp 15 jutaan. Angka tersebut turun signifikan dari sebelumnya yang berada pada kisaran 350.000 yen hingga 400.000 yen, setara Rp 35 juta–Rp 40 jutaan.

Dikutip Carscoops, penyesuaian ini diambil seiring perubahan skema subsidi yang lebih menitikberatkan pada penggunaan komponen lokal, khususnya baterai.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Resmi Tidak Naik 1 April 2026, Ini Daftarnya

Lepas L8, mobil listrik baru di IIMS 2026.KOMPAS.com/AGUNG KURNIAWAN Lepas L8, mobil listrik baru di IIMS 2026.

Kendaraan dengan baterai produksi dalam negeri mendapatkan insentif lebih besar, sementara model dengan komponen impor mengalami penurunan nilai subsidi.

Kondisi tersebut membuat posisi BYD semakin tertekan, mengingat mereka masih mengandalkan baterai dari negaranya.

Sebaliknya, produsen lokal tetap diuntungkan. Toyota bZ4X mendapat subsidi hingga 1,3 juta yen atau sekitar Rp 130 jutaan, sementara Nissan Ariya berada di kisaran 1,29 juta yen atau Rp 129 jutaan.

Meski demikian, menariknya, Tesla justru memperoleh insentif sekitar 1,27 juta yen atau Rp 127 jutaan, yang dikaitkan dengan penggunaan baterai dari Panasonic.

Hal serupa juga terjadi pada merek Eropa seperti Audi serta pabrikan Korea Selatan, Hyundai, yang sempat menikmati kenaikan subsidi.

Namun, pemerintah Jepang memastikan bahwa sebagian insentif tersebut hanya bersifat sementara dan akan kembali disesuaikan mulai tahun depan.

Presiden BYD Jepang, Atsuki Tofukuji, mengakui ketimpangan tersebut membuat persaingan menjadi semakin berat.

Baca juga: Masyarakat Jangan Dibebani Kenaikan Tarif Angkutan Umum

Toyota bZ4X Touringglobal.toyota Toyota bZ4X Touring

“Kami berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Selisih dengan perusahaan seperti Toyota bisa mendekati 1 juta yen (sekitar Rp 100 juta). Dengan insentif 350.000 yen saja kami sudah sulit bersaing,” ujarnya.

Dengan perbedaan insentif yang kian lebar dibanding produsen seperti Toyota Motor Corporation, ruang gerak BYD di pasar Jepang diperkirakan semakin terbatas, terutama di tengah penetrasi kendaraan listrik yang masih rendah di negara tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau