Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Genjot Investasi Jepang: Minta Hilirisasi dan Otomotif EV

Kompas.com, 1 April 2026, 07:03 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 13 pimpinan perusahaan besar Jepang di Tokyo, Selasa (31/3/2026).

Agenda ini merupakan bagian dari kunjungan resmi kepala negara untuk memperkuat kemitraan ekonomi, termasuk di sektor industri dan otomotif.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan investasi strategis, khususnya hilirisasi industri yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Kerugian Nembak KTP Saat Proses Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).Dok. Kemenko Perekonomian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi strategis, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujar Teddy dalam siaran pers, Selasa.

Sejumlah perusahaan besar Jepang turut hadir, termasuk Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, hingga Panasonic Group.

Selain itu, hadir pula perwakilan sektor energi, keuangan, perdagangan, dan farmasi.

Beberapa tokoh yang ikut dalam pertemuan antara lain Takayuki Ueda (INPEX), Nobumitsu Hayashi (JBIC), Yoshinobu Tsutsui (Keidanren), hingga Masahiko Maeda yang menjabat CEO Toyota Asia Region.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendorong investor Jepang untuk meningkatkan ekspansi bisnis di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi yang dinilai mampu menciptakan nilai tambah tinggi serta membuka lapangan kerja.

“Presiden Prabowo mendorong para investor Jepang untuk semakin aktif memperluas investasi di Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah serta membuka lapangan pekerjaan,” lanjut Teddy.

Baca juga: Performa Buruk, Rins Terancam Keluar dari MotoGP

Konferensi pers langkah elektrifikasi dari Toyota Motor Corporation, Selasa (14/12/2021) Konferensi pers langkah elektrifikasi dari Toyota Motor Corporation, Selasa (14/12/2021)

Pertemuan ini juga menjadi kelanjutan dari komitmen investasi sebelumnya yang telah mencapai lebih dari Rp 380 triliun.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang ke depan.

Di sisi lain, isu transformasi industri otomotif turut menjadi sorotan, terutama terkait percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Presiden Prabowo sebelumnya menilai Indonesia perlu melakukan lompatan industrialisasi, termasuk di sektor otomotif, dengan memanfaatkan sumber daya alam domestik.

“Kita harus mengolah bahan mentah jadi produk industri bernilai tinggi. Kita punya semua sumber alam untuk membuat mobil,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung sikap pabrikan Jepang yang dinilai masih cenderung berhati-hati dalam mengembangkan kendaraan listrik murni.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau