Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiggo Cross CSH Terbakar, Chery Lakukan Investigasi

Kompas.com, 1 April 2026, 15:26 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Chery Sales Indonesia buka suara terkait insiden terbakarnya satu unit Chery Tiggo Cross CSH di ruas Tol Jakarta-Cikampek yang viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat bagian depan kendaraan dilalap api saat berhenti di bahu jalan. Kejadian tersebut juga sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat, dengan petugas kepolisian berjaga di lokasi.

Menanggapi hal ini, pihak Chery menyatakan telah melakukan langkah awal dengan menurunkan tim teknis untuk melakukan investigasi langsung di lapangan.

“PT Chery Sales Indonesia telah mengambil langkah terhadap insiden yang melibatkan salah satu unit Chery Tiggo Cross CSH pada tanggal 31 Maret 2026 di kawasan Tol Jakarta-Cikampek, dan telah memprioritaskan tahap investigasi awal bersama tim teknis di lokasi sesuai dengan standar dan prosedur inspeksi global,” tulis Chery dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Penyesuaian Tarif Angkutan Umum Sulit Terhindarkan Jika Harga BBM Naik

Berdasarkan kronologi awal, kendaraan tersebut tengah digunakan untuk keperluan pengantaran internal, yakni dari dealer menuju area penyimpanan. Dengan demikian, unit tersebut tidak sedang digunakan oleh konsumen.

Chery juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Test drive Chery Tiggo Cross CSHKompas.com/Adityo Test drive Chery Tiggo Cross CSH

Dari hasil investigasi sementara, pengemudi menyebut kendaraan masih berfungsi normal tanpa adanya peringatan atau notifikasi kesalahan pada panel instrumen. Pengemudi kemudian menepikan kendaraan setelah melihat munculnya asap.

“Sumber insiden dan kemunculan asap teridentifikasi berasal dari area bagian depan kendaraan,” ujar pihak Chery.

Lebih lanjut, Chery menegaskan bahwa pada tahap awal investigasi belum ditemukan indikasi yang mengarah pada baterai maupun sistem kelistrikan sebagai penyebab kebakaran. Kedua komponen tersebut diketahui berada di bagian bawah kendaraan, tepatnya di area tengah hingga belakang.

Baca juga: Rem Bau di Pegunungan? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasi

Meski begitu, Chery belum menutup kemungkinan adanya faktor lain di luar komponen kendaraan, seperti material eksternal atau benda asing yang dapat memicu insiden.

“Saat ini, tim teknis Chery tengah melakukan investigasi secara komprehensif. Chery akan bekerja sama penuh dengan para pihak terkait sejalan dengan komitmen kami terhadap keselamatan, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” kata Chery.

Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau