Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Jaga Merek Lokal, BYD Diminta Ekspor 80 Persen Produksi

Kompas.com, 1 April 2026, 16:01 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (Miti) menegaskan kebijakan yang diterapkan kepada BYD bertujuan melindungi industri otomotif lokal.

Salah satu caranya dengan membatasi penjualan domestik dan mendorong ekspor dalam porsi besar.

Dikutip dari The Edge, 80 persen produksi dari pabrik perakitan di Malaysia wajib dialokasikan untuk ekspor. Artinya, hanya sekitar 20 persen yang boleh dijual di pasar dalam negeri.

Baca juga: Pangkas 100.000 Karyawan, BYD Klaim Fokus Tingkatkan Efisiensi

Ilustrasi pabrik BYD. Dok. BYD Ilustrasi pabrik BYD.

Selain itu, Miti juga menetapkan batas harga minimum untuk mobil rakitan lokal yang dijual di Malaysia. Kendaraan BYD yang diproduksi di Malaysia wajib memiliki harga on the road minimal RM100.000 atau sekitar Rp 400 jutaan.

“Kondisi ini memastikan perakitan lokal fokus pada segmen bernilai tinggi, sekaligus menjaga ruang pasar bagi pemain nasional seperti Proton dan Perodua,” tulis Miti.

Kebijakan ini sekaligus menghindari persaingan langsung di segmen harga terjangkau.

Baca juga: Tarif Resmi Bikin dan Perpanjangan SIM C per April 2026

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk proteksi agar merek lokal tetap kompetitif di pasar domestik. Dengan adanya batas harga, produk impor atau rakitan baru tidak bisa langsung menyerang segmen entry level yang selama ini dikuasai pabrikan nasional.

Di sisi lain, kewajiban ekspor besar juga diarahkan untuk menjadikan Malaysia sebagai basis produksi regional. Pemerintah ingin investasi asing tidak hanya berorientasi pasar domestik, tetapi juga memperkuat posisi sebagai hub ekspor kendaraan listrik.

BYD sendiri telah mengantongi lisensi manufaktur sejak September 2025 untuk merakit kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Namun, dengan syarat yang cukup ketat tersebut, muncul laporan bahwa pabrikan asal China itu masih mengkaji ulang rencana investasinya.

Miti menegaskan, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk BYD, melainkan untuk semua investor baru di sektor otomotif. Tujuannya adalah menciptakan industri yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pemain lokal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau