JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (Miti) menegaskan kebijakan yang diterapkan kepada BYD bertujuan melindungi industri otomotif lokal.
Salah satu caranya dengan membatasi penjualan domestik dan mendorong ekspor dalam porsi besar.
Dikutip dari The Edge, 80 persen produksi dari pabrik perakitan di Malaysia wajib dialokasikan untuk ekspor. Artinya, hanya sekitar 20 persen yang boleh dijual di pasar dalam negeri.
Baca juga: Pangkas 100.000 Karyawan, BYD Klaim Fokus Tingkatkan Efisiensi
Ilustrasi pabrik BYD. Selain itu, Miti juga menetapkan batas harga minimum untuk mobil rakitan lokal yang dijual di Malaysia. Kendaraan BYD yang diproduksi di Malaysia wajib memiliki harga on the road minimal RM100.000 atau sekitar Rp 400 jutaan.
“Kondisi ini memastikan perakitan lokal fokus pada segmen bernilai tinggi, sekaligus menjaga ruang pasar bagi pemain nasional seperti Proton dan Perodua,” tulis Miti.
Kebijakan ini sekaligus menghindari persaingan langsung di segmen harga terjangkau.
Baca juga: Tarif Resmi Bikin dan Perpanjangan SIM C per April 2026
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk proteksi agar merek lokal tetap kompetitif di pasar domestik. Dengan adanya batas harga, produk impor atau rakitan baru tidak bisa langsung menyerang segmen entry level yang selama ini dikuasai pabrikan nasional.
Di sisi lain, kewajiban ekspor besar juga diarahkan untuk menjadikan Malaysia sebagai basis produksi regional. Pemerintah ingin investasi asing tidak hanya berorientasi pasar domestik, tetapi juga memperkuat posisi sebagai hub ekspor kendaraan listrik.
BYD sendiri telah mengantongi lisensi manufaktur sejak September 2025 untuk merakit kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Namun, dengan syarat yang cukup ketat tersebut, muncul laporan bahwa pabrikan asal China itu masih mengkaji ulang rencana investasinya.
Miti menegaskan, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk BYD, melainkan untuk semua investor baru di sektor otomotif. Tujuannya adalah menciptakan industri yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pemain lokal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang