Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebih Hemat Mana, Mobil Listrik atau Mobil Bensin?

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:41 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Stanly Ravel

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga BBM yang terus melonjak membuat banyak orang mulai berpikir beralih ke mobil listrik. Namun, masih banyak yang ragu, mana yang lebih menguntungkan dari keduanya?

Jika bicara mana lebih menguntungkan, paling mudah dilihat dari konsumsi BBM atau efisiensi dayanya. Salah satu mobil yang banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat Indonesia, adalah mobil jenis multi purpose vehicle (MPV).

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Cerdas untuk Perjalanan Mobil Listrik

Untuk MPV bermesin bensin, salah satu yang terlaris adalah Toyota Innova Zenix. Jika dikomparasi dengan mobil listrik, paling tepat disandingkan dengan BYD M6.

BYD M6Foto: KOMPAS.com/Adityo BYD M6

Secara harga juga tidak jauh berbeda, Innova Zenix bensin dibanderol mulai Rp 430 jutaan hingga Rp 480 jutaan. Sementara M6, harganya di kisaran Rp 380 jutaan hingga Rp 430 jutaan.

Innova Zenix bensin, berdasarkan pengetesan yang pernah dilakukan redaksi, konsumsi BBM-nya tercatat 16,2 kilometer per liter. Untuk M6, hasil efisiensi dayanya adalah 5,7 kilometer per kWh.

Baca juga: Mobil Listrik Honda e:N2 Meluncur di Thailand, Harga Rp 740 Jutaan

Jika sama-sama menempuh jarak 100 km, maka Innova Zenix dengan 16,2 km per liter membutuhkan biaya sekitar Rp 76.000. Dengan catatan, harga Pertamax Rp 12.300.

 Komunitas pengguna BYD M6 Dok. KOMPAS.com/Gilang Komunitas pengguna BYD M6

Sementara M6, dengan efisiensi daya 5,7 km per kWh, maka dibutuhkan biaya pengecasan sekitar Rp 44.000. Dengan biaya pengecasan Rp 2.466 per kWh, menggunakan Stasiun Pengecasan Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN.

Perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk sama-sama menempuh 100 km sangat signifikan, antara mobil bensin dengan mobil listrik.

Sementara biaya perawatan, sudah jelas mobil listrik dengan jumlah komponen yang lebih sedikit dari mobil bensin, akan lebih rendah.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Naik 1 April 2026

Ilustrasi pengecekan oli mesin mobil Auto2000Auto2000 Ilustrasi pengecekan oli mesin mobil Auto2000

Begitu pula dengan pajak tahunan, mobil listrik hingga saat ini masih mendapatkan insentif pajak dari pemerintah. Selain itu, mobil listrik juga bebas ganjil genap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau