Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Mobil Listrik Honda di AS Dibatalkan, Bagaimana di Indonesia?

Kompas.com, 30 Maret 2026, 19:01 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Strategi elektrifikasi Honda secara global tengah menjadi sorotan, menyusul pembatalan proyek kendaraan listrik (EV) untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada.

Meski demikian, arah pengembangan di kawasan Asia, termasuk Indonesia, justru menunjukkan sinyal berbeda dan tetap berjalan.

President Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Masanao Kataoka mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji strategi kendaraan listrik secara global.

“Kita masih mempertimbangkan strategi EV secara global, jadi headquarter kami memikirkan bagaimana kami memperkenalkan elektrifikasi di dunia,” ujar Kataoka, saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Bos Baru Honda Prospect Motor, Emban Tugas Berat

Sebelumnya, Honda mengumumkan pembatalan proyek produksi mobil listrik di Amerika Serikat dan Kanada.

Keputusan tersebut cukup mengejutkan, mengingat perusahaan sebelumnya telah memaparkan rencana ekspansi EV secara agresif di wilayah tersebut.

Calon SUV listrik terbaru, Honda 0 alpha prototipe meluncur di JMS 2025.KOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN Calon SUV listrik terbaru, Honda 0 alpha prototipe meluncur di JMS 2025.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik Honda di kawasan Asia justru terus berlanjut. Hal ini terlihat dari munculnya video uji jalan mobil listrik Honda di India yang beredar di media sosial.

Indikasi tersebut memperkuat bahwa proyek elektrifikasi Honda di Asia tetap berjalan sesuai rencana.

Distribusi model kendaraan listrik itu disebut akan dimulai dari Jepang dan India sebagai pasar utama, sebelum diperluas ke negara-negara lain di kawasan Asia.

Baca juga: Kondisi Veda Pratama Usai Kecelakaan di Moto3 Amerika

Strategi ini sekaligus menegaskan bahwa Asia menjadi salah satu fokus utama dalam peta jalan elektrifikasi Honda ke depan.

Dengan kondisi tersebut, pasar Indonesia berpotensi menjadi bagian dari ekspansi berikutnya, seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

Meski begitu, Honda masih akan melihat perkembangan pasar sebelum menentukan langkah konkret terkait peluncuran model EV di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau