Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angka Kecelakaan Saat Mudik Lebaran Diklaim Turun 30 Persen

Kompas.com, 31 Maret 2026, 08:12 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencatatkan capaian positif, terutama dari sisi keselamatan berlalu lintas.

Di tengah meningkatnya volume kendaraan, kondisi lalu lintas justru tetap terkendali, bahkan diikuti dengan penurunan angka kecelakaan dan fatalitas yang signifikan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho menyampaikan bahwa secara umum arus mudik dan balik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Baca juga: Hasil Klasemen Pebalap Usai MotoGP Amerika, Bezzecchi Kokoh di Atas

Puncak Arus Mudik, 42.000 Kendaraan Menuju Malang Melintasi GT Kejapanan Utama Lampaui ProyeksiJasamarga Puncak Arus Mudik, 42.000 Kendaraan Menuju Malang Melintasi GT Kejapanan Utama Lampaui Proyeksi

“Arus mudik berlangsung dengan baik meskipun terjadi peningkatan yang cukup tinggi, namun arus mudik tetap bisa kita kelola dengan baik,” ujar Agus, dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Tak hanya kelancaran arus, capaian penting juga terlihat dari sisi keselamatan. Kakorlantas mengungkapkan adanya penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama arus balik.

“Cukup terkendali dari aspek Harkamtibmas, tidak ada peristiwa yang menonjol. Dari sisi Kamseltibcarlantas alhamdulillah jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun 30 persen,” kata dia.

Baca juga: Logo Baru Hino Meluncur April 2026, Pertama Kali Diubah dalam 32 Tahun

Sejumlah petugas kepolisian tengah mengevakuasi sebuah truk boks yang mengalami kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Bara, Jumat (27/2/2026).Dokumen Polsek Nagreg Sejumlah petugas kepolisian tengah mengevakuasi sebuah truk boks yang mengalami kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Bara, Jumat (27/2/2026).

Selain itu, tren positif juga terlihat dari total kejadian kecelakaan. Selama pelaksanaan Operasi Ketupat yang dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat menurun sebesar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Polri hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat selama musim mudik.

“Tentunya ini bagian daripada hasil kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri, Operasi Ketupat itu adalah ‘Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia’,” ucap Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau