Penulis
KOMPAS.com - Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon menyalahkan Hizbullah atas kematian tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon.
"Hizbullah meluncurkan roket dari desa-desa di dekat posisi PBB, menempatkan pasukan penjaga perdamaian langsung di garis tembak," ujarnya, dikutip dari Straits Times.
Menurutnya, tentara Israel telah melakukan penyelidikan atas insiden ini.
Hasil penyelidikan itu menyimpulkan, tentara Israel tidak menempatkan bahan peledak apa pun di daerah tersebut bahwa tidak ada tentara Israel yang hadir di lokasi tersebut.
Baca juga: Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Ketika ditanya mengenai pernyataan itu, juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel meminta Israel untuk membuktikan klaimnya.
“Kami mengundang mereka untuk membagikan bukti mereka dengan tim investigasi kami,” kata Kandice.
Sementara, kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa temuan awal menunjukkan adanya ledakan di pinggir jalan yang memengaruhi konvoi pasukan penjaga perdamaian.
Ledakan itu kemumkinan berasal dari IED atau alat peledak rakitan.
Baca juga: Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, Asalkan...
Klaim ini berbeda dari temuan yang diungkapkan oleh salah seorang sumber PBB.
Sumber itu mengungkapkan, tembakan Israel telah membunuh seorang prajurit perdamaian Indonesia pada akhir pekan lalu di Lebanon.
Sebelumnya, pasukan penjaga perdamaian itu gugur pada Minggu (30/3/2026) malam ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut menyatakan bahwa penyelidikan menunjukkan tembakan berasal dari tank Israel.
"Puing-puing dari peluru tank telah ditemukan di lokasi kejadian," kata sumber itu, dikutip dari AFP, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Sebelumnya, UNIFIL menyebutkan, ledakan lain menghancurkan sebuah kendaraan penjaga perdamaian dan membunuh dua tentara Indonesia lagi.
Sumber keamanan PBB itu menuturkan, asal ledakan itu mungkin berasal dari ranjau.
Diketahui, UNIFIL memiliki sekitar 8.200 pasukan penjaga perdamaian dan berpatroli di wilayah perbatasan selatan Lebanon.
Ini merupakan tempat Israel dan Hizbullah bertempur sejak perang meletus bulan ini ketika pasukan Israel melancarkan serangan darat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang