Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik

Kompas.com, 1 April 2026, 13:29 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz oleh Iran meningkatkan biaya pengiriman bahan bakar dan barang di seluruh dunia.

Akibatnya, harga minyak dunia naik karena penurunan kapasitas, disebabkan kapal-kapal tidak bisa melewati Selat Hormuz.

Kondisi ini memaksa kapal-kapal lain mengambil rute alternatif yang panjang dan memakan biaya mahal untuk menghindari selat tersebut.

Berikut adalah lima indikator data tentang bagaimana krisis akibat perang Iran meningkatkan biaya pengiriman minyak, dikutip dari AFP, Selasa (31/3/2026):

Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Gas Langka Ini Jadi Rebutan Dunia Akibat Konflik Timur Tengah


1. Biaya sewa kapal tanker naik

Biaya sewa kapal tanker minyak meningkat pesat setelah pasukan AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut tim riset maritim Clarksons, untuk kapal tanker minyak mentah besar kelas Suezmax, rata-rata biaya sewa meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi lebih dari 330.000 dollar AS per hari.

Untuk kapal pengangkut gas alam cair (LNG) pada rute referensi AS ke Jepang, biayanya juga meningkat tiga kali lipat dalam periode tersebut menjadi 90.000 dollar AS per hari.

Baca juga: Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone

2. Meningkatnya biaya pengiriman minyak

Biaya pengiriman minyak secara keseluruhan ikut melonjak setelah perang Iran pecah, yang hampir mencapai tiga kali lipat.

Dari 46 dollar AS per metrik ton pada akhir Februari, biaya pengiriman minyak mentah dari Teluk ke China dengan kapal tanker kelas VLCC raksasa naik hampir tiga kali lipat dalam beberapa hari, kemudian turun menjadi sekitar 64 dollar AS pada akhir Maret.

Peter Norfolk, seorang spesialis penetapan harga pengiriman di Platts (bagian dari S&P Global Energy) mengatakan hampir tidak ada pemuatan yang terjadi saat ini.

Padahal sebelumnya, sekitar seperlima dari minyak mentah dan gas alam cair global melewati selat tersebut.

Baca juga: Takut Harga Minyak 200 Dollar AS, Presiden Mesir Desak Trump Setop Perang Iran

3. Biaya kontainer naik hingga 25 persen

Ilustrasi kontainer di kapal barang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kontainer di kapal barang.

Harga referensi spot untuk pengiriman kontainer ukuran 40 kaki (12 meter) naik 20 hingga 25 persen pada rute utama dari Timur Jauh ke Eropa dan Pantai Barat AS, yakni mencapai 2.200-2.700 dollar AS.

"Biaya tambahan perang telah menyebabkan tarif dari Timur Jauh ke Teluk Timur Tengah dan Laut Merah melonjak hampir 200 persen," menurut laporan perusahaan konsultan Maritime Services International.

4. Lonjakan harga bahan bakar kapal

Naiknya harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh lonjakan harga bahan bakar kapal setelah perang di Timur Tengah pecah.

Harga bahan bakar kapal hampir berlipat ganda dan mencapai puncaknya di angka 1.053 dollar AS per metrik ton pada 20 Maret 2026.

Angkanya mencapai lebih dari 936 dollar AS pada 31 Maret, naik dari sekitar 540 dollar AS pada malam menjelang perang, menurut data pasar dari platform keuangan Factset.

Baca juga: Jepang Akhirnya Terima Minyak Timur Tengah, Lewati Jalur Alternatif

5. Biaya premi asuransi

Asuransi risiko perang dapat mencapai puluhan juta dollar untuk sekali perjalanan melalui Selat Hormuz, dengan kapal dan kargo bernilai ratusan juta dollar.

David Smith, kepala divisi kelautan di perusahaan pialang asuransi spesialis McGill, memperkirakan bahwa premi berfluktuasi antara 3,5 hingga 10 persen dari nilai kapal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau