Salin Artikel

5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik

KOMPAS.com - Penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz oleh Iran meningkatkan biaya pengiriman bahan bakar dan barang di seluruh dunia.

Akibatnya, harga minyak dunia naik karena penurunan kapasitas, disebabkan kapal-kapal tidak bisa melewati Selat Hormuz.

Kondisi ini memaksa kapal-kapal lain mengambil rute alternatif yang panjang dan memakan biaya mahal untuk menghindari selat tersebut.

Berikut adalah lima indikator data tentang bagaimana krisis akibat perang Iran meningkatkan biaya pengiriman minyak, dikutip dari AFP, Selasa (31/3/2026):

1. Biaya sewa kapal tanker naik

Biaya sewa kapal tanker minyak meningkat pesat setelah pasukan AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut tim riset maritim Clarksons, untuk kapal tanker minyak mentah besar kelas Suezmax, rata-rata biaya sewa meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi lebih dari 330.000 dollar AS per hari.

Untuk kapal pengangkut gas alam cair (LNG) pada rute referensi AS ke Jepang, biayanya juga meningkat tiga kali lipat dalam periode tersebut menjadi 90.000 dollar AS per hari.

2. Meningkatnya biaya pengiriman minyak

Biaya pengiriman minyak secara keseluruhan ikut melonjak setelah perang Iran pecah, yang hampir mencapai tiga kali lipat.

Dari 46 dollar AS per metrik ton pada akhir Februari, biaya pengiriman minyak mentah dari Teluk ke China dengan kapal tanker kelas VLCC raksasa naik hampir tiga kali lipat dalam beberapa hari, kemudian turun menjadi sekitar 64 dollar AS pada akhir Maret.

Peter Norfolk, seorang spesialis penetapan harga pengiriman di Platts (bagian dari S&P Global Energy) mengatakan hampir tidak ada pemuatan yang terjadi saat ini.

Padahal sebelumnya, sekitar seperlima dari minyak mentah dan gas alam cair global melewati selat tersebut.

Harga referensi spot untuk pengiriman kontainer ukuran 40 kaki (12 meter) naik 20 hingga 25 persen pada rute utama dari Timur Jauh ke Eropa dan Pantai Barat AS, yakni mencapai 2.200-2.700 dollar AS.

"Biaya tambahan perang telah menyebabkan tarif dari Timur Jauh ke Teluk Timur Tengah dan Laut Merah melonjak hampir 200 persen," menurut laporan perusahaan konsultan Maritime Services International.

4. Lonjakan harga bahan bakar kapal

Naiknya harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh lonjakan harga bahan bakar kapal setelah perang di Timur Tengah pecah.

Harga bahan bakar kapal hampir berlipat ganda dan mencapai puncaknya di angka 1.053 dollar AS per metrik ton pada 20 Maret 2026.

Angkanya mencapai lebih dari 936 dollar AS pada 31 Maret, naik dari sekitar 540 dollar AS pada malam menjelang perang, menurut data pasar dari platform keuangan Factset.

5. Biaya premi asuransi

Asuransi risiko perang dapat mencapai puluhan juta dollar untuk sekali perjalanan melalui Selat Hormuz, dengan kapal dan kargo bernilai ratusan juta dollar.

David Smith, kepala divisi kelautan di perusahaan pialang asuransi spesialis McGill, memperkirakan bahwa premi berfluktuasi antara 3,5 hingga 10 persen dari nilai kapal.

https://internasional.kompas.com/read/2026/04/01/132935770/5-faktor-kenapa-perang-iran-bikin-harga-minyak-dunia-naik

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com