Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalur Pipa Arab Saudi Hindari Selat Hormuz, Bisakah Jadi Solusi Perdagangan Minyak Dunia?

Kompas.com, 30 Maret 2026, 12:07 WIB
Alinda Hardiantoro,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Arab Saudi dilaporkan mengaktifkan skenario darurat untuk menjaga ekspor minyak tetap berjalan di tengah terganggunya jalur vital Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Salah satu langkah utama adalah memaksimalkan jalur pipa timur-barat yang menghubungkan ladang minyak di Teluk dengan Laut Merah, sehingga pengiriman minyak tidak perlu melewati Selat Hormuz.

Mengutip Al Arabiya English, jalur pipa tersebut kini mampu mengalirkan minyak hingga kapasitas penuh sekitar 7 juta barel per hari.

Seiring itu, sejumlah kapal tanker juga dialihkan ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk mengambil minyak.

Saat ini, ekspor minyak mentah melalui pelabuhan tersebut telah mencapai sekitar 5 juta barel per hari.

Selain itu, Arab Saudi mengekspor sekitar 700.000 hingga 900.000 barel produk minyak setiap hari.

Dari total kapasitas pipa, sekitar 2 juta barel per hari digunakan untuk memasok kilang domestik di Arab Saudi.

Lantas, bisakah jalur pipa timur-barat Arab Saudi ini menggantikan Selat Hormuz?

Baca juga: Hampir 2.000 Kapal Masih Tertahan, Segini Besaran Biaya Melewati Selat Hormuz

Tak Bisa Sepenuhnya Gantikan Selat Hormuz

Meski menjadi alternatif penting, jalur pipa ini dinilai belum mampu menggantikan peran Selat Hormuz.

Diberitakan Al Jazeera, kapasitas gabungan jalur pipa alternatif di kawasan hanya sekitar 9 juta barel per hari.

Angka itu jauh di bawah volume minyak yang biasanya melintasi Selat Hormuz yang mencapai sekitar 20 juta barel per hari dalam kondisi normal.

Artinya, meskipun jalur pipa dapat mengurangi ketergantungan, sebagian besar pasokan minyak global tetap bergantung pada jalur laut tersebut.

Selain keterbatasan kapasitas, jalur pipa ini juga memiliki risiko keamanan. Lokasinya yang berada di darat membuatnya berada dalam jangkauan serangan rudal dan drone Iran.

Dalam konflik yang sedang berlangsung, infrastruktur energi kerap menjadi target, sehingga jalur pipa ini pun tidak sepenuhnya aman.

Secara teori, distribusi minyak bisa dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk. Namun, cara ini dinilai tidak efisien karena mahal dan lambat.

Halaman:


Terkini Lainnya
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau