Penulis
KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Amerika Serikat sebagai akar utama ketidakamanan dan krisis di kawasan Asia Barat, termasuk di Selat Hormuz.
Ia juga menyerukan agar dunia internasional meminta pertanggungjawaban kepada AS dan Israel atas perang yang disebutnya tidak beralasan dan melanggar hukum terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Ararat Mirzoyan, pada Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Susul Malaysia, 20 Kapal Pakistan Kini Diizinkan Iran Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana Caranya?
Keduanya membahas perkembangan terbaru di kawasan serta dampak dari aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam kesempatan tersebut, Mirzoyan menyampaikan ucapan selamat Nowruz sekaligus menyampaikan duka cita dan simpati dari pemerintah serta rakyat Armenia atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap warga sipil, termasuk siswa di Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di Kota Minab, Iran selatan.
Mirzoyan menyatakan solidaritasnya kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Iran.
Menanggapi hal itu, Araghchi mengapresiasi dukungan dan simpati dari Armenia.
Ia kemudian memaparkan berbagai dugaan kejahatan perang yang dilakukan pihak yang disebutnya sebagai agresor, termasuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter.
Menurut Araghchi, serangan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sekolah, pusat pendidikan dan penelitian, situs sejarah dan budaya, rumah sakit, infrastruktur vital, serta kawasan permukiman.
Baca juga: Lampu Hijau dari Iran, Pemerintah Bahas Mekanisme Pelintasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Ia menegaskan Iran akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari agresi militer Amerika Serikat dan Israel.
Araghchi juga menekankan bahwa seluruh negara memiliki tanggung jawab untuk mengutuk tindakan yang dinilainya sebagai pelanggaran hukum internasional tersebut.
Sebagaimana dilansir Kantor berita Iran Tasnim News Agency, ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan penyebab utama ketidakstabilan di kawasan Asia Barat dan Selat Hormuz.
“Dunia harus meminta pertanggungjawaban pemerintah AS dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan,” ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Baca juga: Lampu Hijau dari Iran, Pemerintah Bahas Mekanisme Pelintasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Serangan tersebut mencakup gempuran udara ke berbagai lokasi militer dan sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur secara luas.
Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan ke sejumlah target milik AS dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan-pangkalan di kawasan, menggunakan gelombang rudal dan drone.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang