Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran: Soal Selat Hormuz, Dunia Silakan Minta Pertanggungjawaban ke AS dan Israel

Kompas.com, 30 Maret 2026, 07:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber

KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Amerika Serikat sebagai akar utama ketidakamanan dan krisis di kawasan Asia Barat, termasuk di Selat Hormuz.

Ia juga menyerukan agar dunia internasional meminta pertanggungjawaban kepada AS dan Israel atas perang yang disebutnya tidak beralasan dan melanggar hukum terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Ararat Mirzoyan, pada Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Susul Malaysia, 20 Kapal Pakistan Kini Diizinkan Iran Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana Caranya?

Keduanya membahas perkembangan terbaru di kawasan serta dampak dari aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam kesempatan tersebut, Mirzoyan menyampaikan ucapan selamat Nowruz sekaligus menyampaikan duka cita dan simpati dari pemerintah serta rakyat Armenia atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap warga sipil, termasuk siswa di Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di Kota Minab, Iran selatan.

Mirzoyan menyatakan solidaritasnya kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Iran.

Menanggapi hal itu, Araghchi mengapresiasi dukungan dan simpati dari Armenia.

Ia kemudian memaparkan berbagai dugaan kejahatan perang yang dilakukan pihak yang disebutnya sebagai agresor, termasuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter.

Menurut Araghchi, serangan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sekolah, pusat pendidikan dan penelitian, situs sejarah dan budaya, rumah sakit, infrastruktur vital, serta kawasan permukiman.

Baca juga: Lampu Hijau dari Iran, Pemerintah Bahas Mekanisme Pelintasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Iran: AS penyebab utama ketidakstabilan

Ia menegaskan Iran akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

Araghchi juga menekankan bahwa seluruh negara memiliki tanggung jawab untuk mengutuk tindakan yang dinilainya sebagai pelanggaran hukum internasional tersebut.

Sebagaimana dilansir Kantor berita Iran Tasnim News Agency, ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan penyebab utama ketidakstabilan di kawasan Asia Barat dan Selat Hormuz.

“Dunia harus meminta pertanggungjawaban pemerintah AS dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Baca juga: Lampu Hijau dari Iran, Pemerintah Bahas Mekanisme Pelintasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Serangan tersebut mencakup gempuran udara ke berbagai lokasi militer dan sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur secara luas.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan ke sejumlah target milik AS dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan-pangkalan di kawasan, menggunakan gelombang rudal dan drone.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau