Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji

Kompas.com, 1 April 2026, 14:00 WIB
Mannisa Elfira Putri Aji Suharno,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah pesawat bekas maskapai Alaska Airlines jenis Boeing 727 pernah sengaja dijatuhkan dalam eksperimen besar untuk mensimulasikan kecelakaan penerbangan pada 2012.

Percobaan ini memberikan wawasan penting mengenai dampak tabrakan terhadap struktur pesawat dan keselamatan penumpang.

Eksperimen tersebut dilakukan pada 27 April 2012 di dekat kota Mexicali, Meksiko.

Baca juga: Kisah Pesawat Sipil Iran Air 655 Hancur Dihantam Rudal AS dan 290 Orang Tewas, Mengapa Bisa?

Sebelumnya, tim peneliti berupaya melaksanakan uji coba di Amerika Serikat, namun ditolak karena dinilai terlalu berisiko.

Pemerintah Meksiko kemudian memberikan izin dengan sejumlah syarat keamanan tambahan. Salah satunya, pesawat harus diterbangkan oleh pilot sungguhan karena rute awal melintasi area permukiman.

Tiga awak pesawat terjun sebelum tabrakan

Sesuai ketentuan, tiga awak berada di dalam pesawat saat lepas landas, terdiri dari dua pilot dan satu teknisi.

Sebagaimana dilansir Simple Flying (30/9/2022), ketiganya kemudian melompat menggunakan parasut. Pilot utama bahkan baru meninggalkan pesawat sekitar tiga menit sebelum benturan terjadi.

Setelah itu, pesawat dikendalikan dari jarak jauh oleh Chip Shanle hingga akhirnya jatuh.

Pesawat menghantam tanah dengan kecepatan sekitar 225 km/jam dan laju penurunan 460 meter per menit.

Benturan keras membuat pesawat pecah menjadi beberapa bagian. Bagian kokpit langsung terpisah, tetapi tidak terjadi ledakan.

Baca juga: Kisah Pesawat Pan Am 812, Tabrak Gunung di Bali pada 1974, Seluruh Penumpang Meninggal Dunia

Seluruh proses direkam menggunakan kamera, sementara boneka uji (crash test dummies) ditempatkan di dalam kabin untuk mengumpulkan data.

Apa hasil eksperimennya?

Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa peluang selamat dalam kecelakaan pesawat tidak sepenuhnya mustahil, dan sangat dipengaruhi oleh posisi duduk penumpang.

Risiko berbeda di tiap bagian pesawat

  • Bagian depan (termasuk kokpit): memiliki risiko cedera paling tinggi
  • Bagian dekat sayap: mengalami cedera, tetapi relatif tidak fatal
  • Bagian belakang (ekor): penumpang berpotensi selamat dengan cedera ringan

Posisi brace berpengaruh

Penumpang yang melakukan posisi brace (membungkuk dan melindungi kepala) cenderung mengalami penurunan risiko cedera pada kepala dan tulang belakang.

Namun, posisi ini juga meningkatkan kemungkinan cedera pada kaki.

Baca juga: Kisah Pesawat Jatuh Usai Pilot Biarkan Anak Masuk Kokpit, Semua Penumpang dan Kru Tewas

Pesawat yang digunakan

Pesawat yang digunakan dalam eksperimen ini terdaftar dengan registrasi XB-MNP dan merupakan Boeing 727 milik Discovery Channel.

Menurut data ATDB.aero, pesawat ini memiliki riwayat panjang. Pertama kali terbang pada 1977 bersama Singapore Airlines, lalu sempat beroperasi di Amerika Serikat bersama Alaska Airlines pada 1982–1993.

Setelah itu, pesawat digunakan sebagai jet sewaan (charter) sebelum akhirnya dijadikan objek eksperimen setelah sekitar 35 tahun beroperasi.

Eksperimen ini kemudian didokumentasikan dalam program televisi yang diproduksi oleh Discovery Channel.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Sejumlah Maskapai Mulai Naik Imbas AS-Israel Serang Iran

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Tren
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Tren
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Tren
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Tren
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Tren
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau