KOMPAS.com - Sebuah pesawat bekas maskapai Alaska Airlines jenis Boeing 727 pernah sengaja dijatuhkan dalam eksperimen besar untuk mensimulasikan kecelakaan penerbangan pada 2012.
Percobaan ini memberikan wawasan penting mengenai dampak tabrakan terhadap struktur pesawat dan keselamatan penumpang.
Eksperimen tersebut dilakukan pada 27 April 2012 di dekat kota Mexicali, Meksiko.
Baca juga: Kisah Pesawat Sipil Iran Air 655 Hancur Dihantam Rudal AS dan 290 Orang Tewas, Mengapa Bisa?
Sebelumnya, tim peneliti berupaya melaksanakan uji coba di Amerika Serikat, namun ditolak karena dinilai terlalu berisiko.
Pemerintah Meksiko kemudian memberikan izin dengan sejumlah syarat keamanan tambahan. Salah satunya, pesawat harus diterbangkan oleh pilot sungguhan karena rute awal melintasi area permukiman.
Sesuai ketentuan, tiga awak berada di dalam pesawat saat lepas landas, terdiri dari dua pilot dan satu teknisi.
Sebagaimana dilansir Simple Flying (30/9/2022), ketiganya kemudian melompat menggunakan parasut. Pilot utama bahkan baru meninggalkan pesawat sekitar tiga menit sebelum benturan terjadi.
Setelah itu, pesawat dikendalikan dari jarak jauh oleh Chip Shanle hingga akhirnya jatuh.
Pesawat menghantam tanah dengan kecepatan sekitar 225 km/jam dan laju penurunan 460 meter per menit.
Benturan keras membuat pesawat pecah menjadi beberapa bagian. Bagian kokpit langsung terpisah, tetapi tidak terjadi ledakan.
Baca juga: Kisah Pesawat Pan Am 812, Tabrak Gunung di Bali pada 1974, Seluruh Penumpang Meninggal Dunia
Seluruh proses direkam menggunakan kamera, sementara boneka uji (crash test dummies) ditempatkan di dalam kabin untuk mengumpulkan data.
Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa peluang selamat dalam kecelakaan pesawat tidak sepenuhnya mustahil, dan sangat dipengaruhi oleh posisi duduk penumpang.
Penumpang yang melakukan posisi brace (membungkuk dan melindungi kepala) cenderung mengalami penurunan risiko cedera pada kepala dan tulang belakang.
Namun, posisi ini juga meningkatkan kemungkinan cedera pada kaki.
Baca juga: Kisah Pesawat Jatuh Usai Pilot Biarkan Anak Masuk Kokpit, Semua Penumpang dan Kru Tewas
Pesawat yang digunakan dalam eksperimen ini terdaftar dengan registrasi XB-MNP dan merupakan Boeing 727 milik Discovery Channel.
Menurut data ATDB.aero, pesawat ini memiliki riwayat panjang. Pertama kali terbang pada 1977 bersama Singapore Airlines, lalu sempat beroperasi di Amerika Serikat bersama Alaska Airlines pada 1982–1993.
Setelah itu, pesawat digunakan sebagai jet sewaan (charter) sebelum akhirnya dijadikan objek eksperimen setelah sekitar 35 tahun beroperasi.
Eksperimen ini kemudian didokumentasikan dalam program televisi yang diproduksi oleh Discovery Channel.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Sejumlah Maskapai Mulai Naik Imbas AS-Israel Serang Iran
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang