KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan penghentian operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat.
Dalam pertanyaannya pada Selasa (31/3/2026), Trump mengatakan perang tersebut bisa diakhiri dalam hitungan pekan.
"Kami akan segera pergi," ucap Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari Nikkei Asia, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan, AS akan segera menarik diri dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan.
"Dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu," sambung Trump.
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran diketahui mulai pecah pada 28 Februari 2026.
Ketegangan kedua belah pihak merembet ke kawasan Timur Tengah hingga mempengaruhi pergerakan pasar energi global.
Baca juga: Usai Demo No Kings Pecah, Trump Kini Bilang AS Bisa Akhiri Perang Iran dalam 2-3 Pekan
Lebih lanjut, Trump menekankan penghentian konflik tidak bergantung pada kesepakatan dengan Teheran.
Kepastian tersebut tampak dari jawaban Trump ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi merupakan prasyarat bagi AS untuk meredakan konflik.
"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," kata Trump.
Ia kembali menegaskan, Iran tidak diwajibkan mencapai perjanjian dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di antara keduanya.
"Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," katanya.
Alih-alih mencapai kata deal, Trump malah memberikan syarat lain untuk menghentikan ketegangan konflik ini.
Trump mengatakan bahwa syarat untuk menghentikan operasi tersebut adalah Iran harus "dikembalikan ke zaman batu," tanpa kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir.
Setelah syarat itu tercapai, Trump mengatakan AS akan menarik diri dari Iran.