Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Mau Ambil Minyak Iran lewat Pulau Kharg, Apa Risikonya?

Kompas.com, 30 Maret 2026, 21:00 WIB
Fatimah Az Zahra,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk merebut dan menguasai Pulau Kharg milik Iran. 

Ia mengatakan lebih memilih untuk mengambil minyak Iran, dan memberikan sinyal bahwa Washington kemungkinan berpotensi akan merebut Pulau Kharg.  

Dalam wawancaranya dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026), Trump menegaskan pilihannya sembari membandingkan Venezuela, di mana AS berencana mempertahankan kendali atas sektor minyak tanpa adanya batas waktu.

Hal ini ia lakukan setelah penangkapan pemimpin Nicolas Maduro pada awal tahun.

Lantas, apa keunggulan dari Pulau Kharg milik Iran? Dan apa resiko yang terjadi jika AS merebut pulau tersebut?

Baca juga: Pulau Kharg Dibom Militer AS, Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Sekutu Washington

Apa keunggulan Pulau Kharg milik Iran?

Pulau Kharg terletak sekitar 126 km dari pantai Iran di bagian utara Teluk Persia, sekitar 3.483 km di barat laut Selat Hormuz.

Pulau ini berada di perairan yang cukup dalam sehingga memungkinkan kapal tanker besar bersandar, yang tidak dapat mendekati perairan dangkal di pesisir Iran.

Pulau ini menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran. Hal inilah yang membuat AS ingin menguasainya sebab akan memberikan kemampuan untuk mengganggu perdagangan energi Iran dan dapat menekan ekonomi negara tersebut.

Diketahui, Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Baca juga: Trump Akhirnya Akui Incar Minyak Iran, Seperti Apa Skenario Operasinya?

Sebelumnya, pasukan AS melakukan serangan terhadap Pulau Kharg pada pertengahan Maret 2026.

Trump mengatakan serangan tersebut menghancurkan seluruh target militer mereka dan menyatakan serangan selanjutnya akan menargetkan infrastruktur minyak.

Pejabat AS juga mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim pasukan darat ke pulau tersebut.

Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran Sudah Picu Emisi 5 Juta Ton CO2, Jadi Ancaman Iklim Global

Resiko AS jika berhasil rebut Pulau Kharg

Terdapat kemungkinan bahwa Pasukan AS dapat merebut Pulau Kharg relatif cepat, namun, konsekuensi dari perbuatan tersebut bisa saja berdampak buruk. 

Hal itu disebabkan salah satunya perang AS-Israel dengan Iran tidak populer dan tidak terlalu diminati oleh masyarakat AS sendiri, terutama menjelang pemilu paruh waktu pada November 2026.

Pakar Ryan Brobst dan Cameron McMillan dari Foundation for Defence of Democracies mengatakan bahkan perebutan Pulau Kharg berpotensi membuat perang meluas dan semakin lama. 

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau