Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Sebut Pasukan AS Bisa Jadi “Makanan Hiu” jika Lakukan Invasi Darat ke Teluk Persia

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:00 WIB
Fatimah Az Zahra,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Iran, Ebrahim Zolfaghari memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk setiap upaya invasi darat yang akan dilakukannya akan memberikan konsekuensi berat bagi AS. 

Ebrahim bahkan mengatakan bahwa pasukan AS akan menjadi "makanan bagi hiu" di Teluk Persia.

Pernyataan tersebut dikeluarkan pada Minggu (29/3/2026), yang juga menyinggung Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengancam akan melakukan operasi darat untuk menduduki pulau-pulau di Teluk Persia.

Ebrahim mengatakan, rencana tersebut tidak realistis dan mengatakan bahwa presiden AS telah dipengaruhi oleh tekanan eksternal.

Baca juga: Perang Iran Picu Ancaman Krisis Pupuk, Ini Dampaknya bagi Petani

Peringatan keras dari Iran

Dilansir dari media Iran Tasnim, Minggu (29/3/2026), keputusan militer AS telah menempatkan pasukannya dalam situasi yang berbahaya.

Ebrahim menyebut pasukan Amerika di kawasan tersebut kini menghadapi ancaman serius setiap hari.

Ia juga mengeklaim bahwa sebagian pasukan AS telah mundur dari pangkalan yang rusak dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil serta ekonomi di negara-negara regional, namun tetap berada dalam kondisi rentan terhadap serangan.

Baca juga: Iran Konfirmasi Gugurnya Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri dalam Serangan AS-Israel

Ebrahim menegaskan bahwa Iran telah lama bersiap menghadapi skenario tersebut dan siap memberikan respons tegas.

Ia memperingatkan, setiap tindakan agresi atau upaya pendudukan akan berujung pada konsekuensi serius, termasuk penangkapan, perpecahan, hingga hilangnya pasukan penyerang.

“Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendesak para pemimpin AS untuk mempelajari sejarah Iran dalam menghadapi intervensi asing, serta tidak mengambil keputusan yang berpotensi memicu korban jiwa dalam skala besar.

Baca juga: Jepang Terima Minyak Mentah Timur Tengah Pertama sejak Perang Iran Vs AS-Israel Pecah

Ribuan tentara AS mulai tiba di Timur Tengah

Sementara itu, dua pejabat AS mengatakan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat Amerika Serikat mulai tiba di Timur Tengah pada Senin (30/3/2026).

Pasukan lintas udara yang berbasis di Fort Bragg, North Carolina, itu menambah jumlah ribuan personel Angkatan Laut, Marinir, dan pasukan operasi khusus yang telah lebih dulu dikirim.

Pada akhir pekan lalu, sekitar 2.500 Marinir juga telah tiba di Timur Tengah.

Dilansir dari Reuters, Selasa (31/3/2026), para pejabat tidak mengungkapkan lokasi pasti penempatan pasukan tersebut, namun menyebut langkah ini sudah diperkirakan sebelumnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Tren
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Tren
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Tren
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Tren
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Tren
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau