Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Iran Komentari Demo “No Kings”, Sebut Warga AS Marah pada “Israel First”

Kompas.com, 30 Maret 2026, 17:00 WIB
Alinda Hardiantoro,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

Sumber

KOMPAS.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara mengenai gelombang demonstrasi besar bertajuk “No Kings” yang terjadi di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3/2026).

Ia menilai aksi yang disebut diikuti sekitar 8 juta warga itu mencerminkan meningkatnya keresahan masyarakat AS terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, khususnya yang dinilai terlalu berpihak pada Israel di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Dikutip dari Tasnim News Agency, melalui unggahan di platform X pada Minggu (29/3/2026), Pezeshkian menyebut sebagian masyarakat AS kini semakin frustrasi terhadap pengaruh eksternal dalam pengambilan keputusan negara mereka.

Ia bahkan meminta para ahli kecerdasan buatan di AS untuk membantu menyampaikan realitas tersebut kepada Trump.

“Para ahli AI di Amerika Serikat harus membuat Presiden Trump menyadari kenyataan bahwa orang-orang di negaranya ikut serta dalam protes ‘No Kings’. Rakyat Amerika marah dengan ‘Israel First’,” ujar Pezeshkian.

“Mereka lelah dengan ‘raja-raja Israel’ yang memerintah demokrasi Amerika,” tambahnya.

Baca juga: Trump Akhirnya Akui Incar Minyak Iran, Seperti Apa Skenario Operasinya?

Demo "No Kings" terjadi di 3.300 titik

Aksi “No Kings” berlangsung luas di berbagai wilayah AS. Demonstrasi dilaporkan digelar di sekitar 3.300 titik, baik di kota besar maupun kecil.

Aksi ini digagas oleh berbagai kelompok nasional dan lokal, termasuk koalisi progresif seperti Indivisible, 50501, dan MoveOn.

Seperti aksi serupa pada tahun sebelumnya, demonstrasi ini awalnya bersifat terbuka dan diikuti berbagai kalangan dengan beragam isu.

Namun kali ini, fokus protes meluas, terutama pada kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.

Aksi tersebut berlangsung di tengah memanasnya konflik antara AS-Israel dan Iran yang telah memasuki pekan kelima.

Konflik bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Baca juga: Iran: Soal Selat Hormuz, Dunia Silakan Minta Pertanggungjawaban ke AS dan Israel

Tuntutan demo "No Kings"

Dalam aksi “No Kings”, para demonstran menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari kritik terhadap gaya kepemimpinan Trump hingga kebijakan domestik dan luar negeri.

Sejumlah tuntutan utama yang disuarakan antara lain:

  1. Mengakhiri kebijakan yang dianggap bertindak “seperti raja”, termasuk keputusan yang dinilai mengabaikan Kongres dan Konstitusi
  2. Menghentikan kebijakan imigrasi yang agresif, termasuk razia dan penahanan oleh aparat imigrasi
  3. Mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik luar negeri, khususnya perang dengan Iran
  4. Menarik aparat federal dari kota-kota besar
  5. Melindungi hak sipil, termasuk hak pilih dan kebijakan lingkungan
  6. Mengatasi kenaikan biaya hidup dan tekanan ekonomi masyarakat

Dalam salah satu aksi di Arlington, Virginia, menuju National Mall, para demonstran terlihat membawa drum dan lonceng, sambil meneriakkan slogan, “No justice, no peace. No ICE in our streets".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau