KOMPAS.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara mengenai gelombang demonstrasi besar bertajuk “No Kings” yang terjadi di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3/2026).
Ia menilai aksi yang disebut diikuti sekitar 8 juta warga itu mencerminkan meningkatnya keresahan masyarakat AS terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, khususnya yang dinilai terlalu berpihak pada Israel di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Dikutip dari Tasnim News Agency, melalui unggahan di platform X pada Minggu (29/3/2026), Pezeshkian menyebut sebagian masyarakat AS kini semakin frustrasi terhadap pengaruh eksternal dalam pengambilan keputusan negara mereka.
Ia bahkan meminta para ahli kecerdasan buatan di AS untuk membantu menyampaikan realitas tersebut kepada Trump.
“Para ahli AI di Amerika Serikat harus membuat Presiden Trump menyadari kenyataan bahwa orang-orang di negaranya ikut serta dalam protes ‘No Kings’. Rakyat Amerika marah dengan ‘Israel First’,” ujar Pezeshkian.
“Mereka lelah dengan ‘raja-raja Israel’ yang memerintah demokrasi Amerika,” tambahnya.
Baca juga: Trump Akhirnya Akui Incar Minyak Iran, Seperti Apa Skenario Operasinya?
Aksi “No Kings” berlangsung luas di berbagai wilayah AS. Demonstrasi dilaporkan digelar di sekitar 3.300 titik, baik di kota besar maupun kecil.
Aksi ini digagas oleh berbagai kelompok nasional dan lokal, termasuk koalisi progresif seperti Indivisible, 50501, dan MoveOn.
Seperti aksi serupa pada tahun sebelumnya, demonstrasi ini awalnya bersifat terbuka dan diikuti berbagai kalangan dengan beragam isu.
Namun kali ini, fokus protes meluas, terutama pada kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.
Aksi tersebut berlangsung di tengah memanasnya konflik antara AS-Israel dan Iran yang telah memasuki pekan kelima.
Konflik bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Baca juga: Iran: Soal Selat Hormuz, Dunia Silakan Minta Pertanggungjawaban ke AS dan Israel
Dalam aksi “No Kings”, para demonstran menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari kritik terhadap gaya kepemimpinan Trump hingga kebijakan domestik dan luar negeri.
Sejumlah tuntutan utama yang disuarakan antara lain:
Dalam salah satu aksi di Arlington, Virginia, menuju National Mall, para demonstran terlihat membawa drum dan lonceng, sambil meneriakkan slogan, “No justice, no peace. No ICE in our streets".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang