Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bersiap Invasi Darat ke Iran, Apa Target AS?

Kompas.com, 30 Maret 2026, 09:48 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

KOMPAS.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah mematangkan rencana operasi darat terbatas di wilayah Iran. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memberikan opsi militer maksimal bagi Presiden Donald Trump dalam konflik yang kini memasuki minggu kelima.

Rencana tersebut dapat melibatkan serangan oleh pasukan operasi khusus dan pasukan infanteri konvensional yang akan membuat personel AS rentan terhadap drone dan rudal Iran, tembakan darat, dan bahan peledak rakitan.

Meski demikian, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa hingga kini Presiden Trump belum memberikan keputusan final untuk menyetujui pengerahan pasukan darat tersebut.

Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?

“Merupakan tugas Pentagon untuk melakukan persiapan agar memberikan Panglima Tertinggi pilihan maksimal. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan,” ujarnya, dikutip dari Washington Post.

Pemerintahan Trump telah mengerahkan ribuan marinir AS ke Timur Tengah seiring perang di Iran yang memasuki minggu kelima.

Ia juga berencana untuk mengirim ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke wilayah tersebut.

Pada Jumat (27/3/2026), sekitar 3.500 tentara tambahan tiba di Timur Tengah dengan menumpang kapal USS Tripoli.

Para pelaut dan marinir tersebut tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31, bersama dengan pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis.

Baca juga: Para Pemimpin Eropa Kecam Israel Usai Halangi Misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus

Target invasi darat AS ke Iran

Para pejabat yang berbicara kepada The Washington Post mengatakan, diskusi di dalam pemerintahan selama sebulan terakhir telah menyentuh kemungkinan perebutan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk.

Selain itu, ada potensi penggerebekan ke daerah pesisir lainnya di dekat Selat Hormuz untuk menemukan, serta menghancurkan senjata yang dapat menargetkan pengiriman komersial dan militer.

Menurut laporan tersebut, tujuan yang sedang dipertimbangkan kemungkinan akan membutuhkan waktu beberapa minggu, bukan beberapa bulan untuk diselesaikan, sementara orang lain memperkirakan jangka waktunya sekitar beberapa bulan.

Pentagon belum menanggapi permintaan komentar dari laporan itu. Iran juga belum menanggapi laporan tersebut.

Laporan ini muncul ketika Pakistan menjadi mediator antara Washington dan Teheran, dengan menyelenggarakan pembicaraan selama dua hari yang dimulai pada Minggu (29/3/2026) dengan para menteri luar negeri Arab Saudi, Turki, dan Mesir.

Baca juga: Peringatan Iran, Pasukan AS Akan Jadi Makanan Hiu jika Lakukan Invasi Darat

Ancaman Iran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.AFP Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.

Halaman:


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau