Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Respons Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon, Apa Kata Mereka?

Kompas.com, 31 Maret 2026, 09:52 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel buka suara terkait gugurnya tiga prajurit TNI pasukan UNIFIL di Lebanon. 

Militer Israel pada Senin (30/3/2026) mengeklaim, telah membuka penyelidikan terkait dua insiden berbeda yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dari Pasukan Interim PBB di Lebanon atau UNIFIL di Lebanon selatan.

Mereka kemudian menyiratkan bahwa gugurnya prajurit TNI di Lebanon tidak otomatis merupakan kesalahan pihaknya.

Baca juga: PBB Konfirmasi 2 Lagi Personel UNIFIL Gugur Berasal dari Indonesia

“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF (Israel Defense Forces)," ungkap Militer Israel dalam dalam pernyataan resmi yang diposting di akun Telegram, sebagaimana dilansir RTE, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan itu pun menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di “wilayah pertempuran aktif”, di mana pasukan Israel tengah melakukan operasi terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden yang menimpa pasukan UNIFIL disebabkan oleh IDF,” jelas pernyataan itu.

Kronologi Insiden

Menurut UNIFIL, dua prajurit tewas akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui, yang menghancurkan kendaraan mereka dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dua prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Satu prajurit Indonesia lainnya meninggal saat sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL dekat desa Adchital-Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3/2026). Seorang prajurit lain mengalami luka kritis pada saat yang sama.

Baca juga: Satu Prajurit TNI Tewas di Lebanon, PBB Kecam Keras Serangan Israel

Kematian pada Minggu menjadi korban pertama pasukan penjaga perdamaian PBB sejak meletusnya konflik baru antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, yang dimulai pada 2 Maret 2026.

“Ini merupakan dua insiden berbeda dan kami menanganinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, dikutip dari CNN.

Pada insiden pertama kematian pasukan UNIFIL di Lebanon pada Minggu, Media Israel The Times of Israel diketahui sempat mencoba mengonfirmasi kepada pihak Militer Israel. Respons Israel sama.

Dalam artikel "Indonesian peacekeeper killed in Lebanon explosion, 2nd critically injured", The Times of Israel menulis bahwa pihak militer menyampaikan sedang menyelidiki insiden di Lebanon tersebut.

Sebelumnya, Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memastikan dua anggota pasukan penjaga perdamaian yang tewas dalam ledakan di Lebanon selatan pada Senin adalah warga negara Indonesia. Dengan ini, ada tiga prajurit TNI pasukan UNIFIL yang gugur dalam 24 jam.

Sebagaimana dilansir Reuters, ia menyampaikan keterangan itu saat diwawancarai wartawan pada Senin.

Baca juga: Duka PBB atas Gugurnya Prajurit UNIFIL RI, Kecam Serangan di Lebanon

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau