Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duka PBB atas Gugurnya Prajurit UNIFIL RI, Kecam Serangan di Lebanon

Kompas.com, 30 Maret 2026, 13:19 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

ADCHIT AL QUSAYR, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas gugurnya satu prajurit penjaga perdamaian (UNIFIL) asal Indonesia di Lebanon, Minggu (29/3/2026).

Sebuah proyektil menghantam salah satu pos UNIFIL di Kota Adchit Al Qusayr pada malam hari. Insiden itu juga melukai tiga personel.

PBB pun mengecam serangan itu, yang terjadi di tengah pertempuran antara Israel dengan kelompok Hizbullah.

Baca juga: Proyektil Hantam Batalion Indonesia di Lebanon, Satu Pasukan Perdamaian PBB Tewas

"Saya sangat mengecam insiden pada Minggu ketika seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_  tewas di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya juga terluka parah dalam insiden yang sama," tulis Guterres di media sosial X.

"Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta kepada #Indonesia. Saya berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih paripurna," lanjutnya.

Sekjen PBB sejak 2017 itu turut menyebutkan, ini hanyalah satu dari sejumlah insiden terbaru yang membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian.

"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menaati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, serta setiap saat memastikan keselamatan dan keamanan personel serta aset dan fasilitas PBB," pungkasnya.

Baca juga: Prajurit Perdamaian RI di Lebanon Gugur, Kemenlu Berduka

Terkena proyektil tidak langsung

Media Pemerintah Lebanon NNA melaporkan, pos yang dihantam merupakan milik batalion Indonesia yang bertugas di UNIFIL.

Kota Adchit Al Qusayr terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dengan Israel, tempat pasukan Israel bertempur melawan Hizbullah selama hampir sebulan terakhir.

Kementerian Luar Negeri RI menuturkan, prajurit yang gugur bertugas di UNIFIL. Nyawanya terenggut akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr.

Saat ini, Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dan memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

Baca juga: Habermas dan Proyek Perdamaian yang Belum Selesai

Foto ilustrasi: Sebanyak 1.087 personel pasukan perdamaian Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI Unifil tahun anggaran 2024, disambut kembali ke Tanah Air dalam upacara di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (24/4/2025).KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Foto ilustrasi: Sebanyak 1.087 personel pasukan perdamaian Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI Unifil tahun anggaran 2024, disambut kembali ke Tanah Air dalam upacara di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (24/4/2025).
UNIFIL melaporkan bahwa posisi mereka telah dihantam lebih dari sekali sejak dimulainya pertempuran terbaru.

Pada 7 Maret 2026, tiga tentara Ghana terluka akibat tembakan di kota perbatasan Lebanon selatan.

Dikutip dari kantor berita AFP, UNIFIL adalah pasukan penjaga perdamaian PBB independen yang telah ditempatkan di Lebanon selatan sejak 1970-an.

Mereka bertugas untuk mengamati, serta menegakkan berbagai gencatan senjata dan perjanjian yang telah berlangsung di Lebanon selatan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Perang Israel dan Hizbullah Memanas, Markas Pasukan PBB di Lebanon Jadi Sasaran

Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau