Penulis
RIYADH, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) mematuhi aturan pemerintah setempat, yang melarang penyebaran informasi, foto, dan video terkait serangan yang menargetkan negara kerajaan itu.
"Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum," demikian pernyataan resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Menanggapi hal tersebut, KBRI Riyadh pada Minggu (29/3/2026) mengeluarkan imbauan kepada WNI melalui media sosial.
Baca juga: Kesabaran Arab Saudi Menipis, Akankah Ikut Perang Lawan Iran?
"KBRI Riyadh mengimbau kepada seluruh WNI untuk: Mematuhi peraturan setempat, tidak menyebarkan informasi sensitif, mengutamakan keselamatan diri," tulis KBRI Riyadh dalam unggahannya.
"Tetap tenang, waspada, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah setempat," imbuhnya.
Lebih lanjut, KBRI Riyadh menjabarkan batasan-batasan yang diterapkan Arab Saudi, yaitu:
"Pelanggaran terhadap imbauan ini dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi," tegasnya.
View this post on Instagram
Dikutip dari Euronews pada 1 Maret 2026, para pemerintah di negara-negara Timur Tengah membatasi penyebaran gambar-gambar untuk tujuan keamanan dan mencegah penyebaran berita palsu.
Media sosial kini dibanjiri foto dan video para influencer serta wisatawan di Timur Tengah tentang serangan balasan Iran yang dicegat di kawasan.
"Anda dapat membahayakan keamanan dengan mengungkapkan posisi instalasi militer pertahanan. Rekaman juga dapat digunakan untuk meningkatkan sasaran serangan di masa mendatang dengan mengungkapkan di mana tepatnya serangan itu terjadi," terang Euronews.
Aturan seperti itu tidak hanya berlaku di Timur Tengah. Pembatasan serupa juga diterapkan di Ukraina selama perang melawan Rusia.
Baca juga: Perang Iran Alihkan Perhatian Dunia, Bagaimana Nasib Ukraina?
Ebrahim Raisi saat menjabat Presiden Iran (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dalam pertemuan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2023.Berikut beberapa di antaranya:
Sejumlah kedutaan besar juga memberikan informasi terkini kepada warga negara asing yang berada di sana.
Baca juga: Jika Ingin Gencatan Senjata, Iran Minta AS Tutup Pangkalan Militer di Teluk
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang