Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Larang Sebar Foto-Video Tangkis Serangan, KBRI Riyadh Imbau WNI Patuh

Kompas.com, 30 Maret 2026, 12:03 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

RIYADH, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) mematuhi aturan pemerintah setempat, yang melarang penyebaran informasi, foto, dan video terkait serangan yang menargetkan negara kerajaan itu.

"Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum," demikian pernyataan resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Menanggapi hal tersebut, KBRI Riyadh pada Minggu (29/3/2026) mengeluarkan imbauan kepada WNI melalui media sosial.

Baca juga: Kesabaran Arab Saudi Menipis, Akankah Ikut Perang Lawan Iran?

"KBRI Riyadh mengimbau kepada seluruh WNI untuk: Mematuhi peraturan setempat, tidak menyebarkan informasi sensitif, mengutamakan keselamatan diri," tulis KBRI Riyadh dalam unggahannya.

"Tetap tenang, waspada, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah setempat," imbuhnya.

Lebih lanjut, KBRI Riyadh menjabarkan batasan-batasan yang diterapkan Arab Saudi, yaitu:

  • Pengambilan dan penyebaran foto/video kejadian
  • Penyebutan atau penyebaran lokasi kejadian
  • Penyebaran informasi yang beredar di media sosial

"Pelanggaran terhadap imbauan ini dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi," tegasnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Indonesian Embassy Riyadh (@indonesiainriyadh)

Mengapa dilarang sebar info serangan?

Dikutip dari Euronews pada 1 Maret 2026, para pemerintah di negara-negara Timur Tengah membatasi penyebaran gambar-gambar untuk tujuan keamanan dan mencegah penyebaran berita palsu.

Media sosial kini dibanjiri foto dan video para influencer serta wisatawan di Timur Tengah tentang serangan balasan Iran yang dicegat di kawasan.

"Anda dapat membahayakan keamanan dengan mengungkapkan posisi instalasi militer pertahanan. Rekaman juga dapat digunakan untuk meningkatkan sasaran serangan di masa mendatang dengan mengungkapkan di mana tepatnya serangan itu terjadi," terang Euronews.

Aturan seperti itu tidak hanya berlaku di Timur Tengah. Pembatasan serupa juga diterapkan di Ukraina selama perang melawan Rusia.

Baca juga: Perang Iran Alihkan Perhatian Dunia, Bagaimana Nasib Ukraina?

Ikuti sumber resmi pemerintah

Ebrahim Raisi saat menjabat Presiden Iran (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dalam pertemuan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2023.KANTOR KEPRESIDENAN IRAN via AFP Ebrahim Raisi saat menjabat Presiden Iran (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dalam pertemuan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2023.
Sebagai sumber informasi, penduduk Timur Tengah dapat mengikuti pembaruan dari kantor berita pemerintah masing-masing negara.

Berikut beberapa di antaranya:

  1. Bahrain: @moi_bahrain dan @bna_en
  2. Uni Emirat Arab (UEA): @DXBMediaOffice dan @ADMediaOffice
  3. Qatar: @QNAEnglish dan @MOI_QatarEn
  4. Kuwait: @kuna_en dan @Moi_kuw
  5. Yordania: @PetranewsEN dan @moi_jor
  6. Arab Saudi: @Spa_Eng dan @MOISaudiArabia.

Sejumlah kedutaan besar juga memberikan informasi terkini kepada warga negara asing yang berada di sana.

Baca juga: Jika Ingin Gencatan Senjata, Iran Minta AS Tutup Pangkalan Militer di Teluk

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Saudi Larang Sebar Foto-Video Tangkis Serangan, KBRI Riyadh Imbau WNI Patuh
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat