Salin Artikel

Israel Respons Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon, Apa Kata Mereka?

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel buka suara terkait gugurnya tiga prajurit TNI pasukan UNIFIL di Lebanon. 

Militer Israel pada Senin (30/3/2026) mengeklaim, telah membuka penyelidikan terkait dua insiden berbeda yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dari Pasukan Interim PBB di Lebanon atau UNIFIL di Lebanon selatan.

Mereka kemudian menyiratkan bahwa gugurnya prajurit TNI di Lebanon tidak otomatis merupakan kesalahan pihaknya.

“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF (Israel Defense Forces)," ungkap Militer Israel dalam dalam pernyataan resmi yang diposting di akun Telegram, sebagaimana dilansir RTE, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan itu pun menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di “wilayah pertempuran aktif”, di mana pasukan Israel tengah melakukan operasi terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden yang menimpa pasukan UNIFIL disebabkan oleh IDF,” jelas pernyataan itu.

Kronologi Insiden

Menurut UNIFIL, dua prajurit tewas akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui, yang menghancurkan kendaraan mereka dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dua prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Satu prajurit Indonesia lainnya meninggal saat sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL dekat desa Adchital-Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3/2026). Seorang prajurit lain mengalami luka kritis pada saat yang sama.

Kematian pada Minggu menjadi korban pertama pasukan penjaga perdamaian PBB sejak meletusnya konflik baru antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, yang dimulai pada 2 Maret 2026.

“Ini merupakan dua insiden berbeda dan kami menanganinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, dikutip dari CNN.

Pada insiden pertama kematian pasukan UNIFIL di Lebanon pada Minggu, Media Israel The Times of Israel diketahui sempat mencoba mengonfirmasi kepada pihak Militer Israel. Respons Israel sama.

Dalam artikel "Indonesian peacekeeper killed in Lebanon explosion, 2nd critically injured", The Times of Israel menulis bahwa pihak militer menyampaikan sedang menyelidiki insiden di Lebanon tersebut.

Sebelumnya, Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memastikan dua anggota pasukan penjaga perdamaian yang tewas dalam ledakan di Lebanon selatan pada Senin adalah warga negara Indonesia. Dengan ini, ada tiga prajurit TNI pasukan UNIFIL yang gugur dalam 24 jam.

Sebagaimana dilansir Reuters, ia menyampaikan keterangan itu saat diwawancarai wartawan pada Senin.

https://internasional.kompas.com/read/2026/03/31/095245470/israel-respons-gugurnya-3-tni-pasukan-unifil-di-lebanon-apa-kata

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com