Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eskalasi Memanas, AS Terbangkan Bomber B-52 Langsung di Atas Daratan Iran

Kompas.com, 1 April 2026, 08:51 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) secara resmi mulai mengerahkan pesawat pengebom B-52 untuk melakukan misi penerbangan di atas wilayah daratan Iran. 

Operasi yang diberi sandi "Epic Fury" ini menandai babak baru dalam eskalasi militer di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengonfirmasi dimulainya misi tersebut pada Selasa (31/3/2026). 

Baca juga: Kirim Peringatan, Iran Bakal Targetkan Rumah Pejabat dan Komandan AS-Israel

Menurutnya, langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya keunggulan udara pasukan koalisi di wilayah tersebut.

"Mengingat peningkatan keunggulan udara, kami telah berhasil memulai misi B-52 darat pertama. Hal ini memungkinkan kami, sebagaimana sebelumnya, untuk terus berada di atas musuh," ujar Caine dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth.Dalam penjelasannya, Caine mengungkapkan bahwa dalam 30 hari terakhir, pasukan AS telah menggempur lebih dari 11.000 target di Iran. 

Operasi ini dirancang untuk melumpuhkan kekuatan militer Teheran secara sistematis.

"Pasukan gabungan kami terus fokus pada tujuan militer kami saat kami secara sistematis terus mendegradasi dan menghancurkan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan dan mengancam warga sipil di luar perbatasannya," tegas Caine.

Baca juga: Mampukah Pakistan Damaikan Perang AS Vs Iran?

Selain serangan udara, Caine juga mengeklaim bahwa militer AS telah menghancurkan lebih dari 150 kapal milik Angkatan Laut Iran.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa meskipun Iran masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan balasan, pihaknya telah siap melakukan antisipasi penuh.

"Iran mungkin masih akan menembakkan beberapa rudal, tetapi kami akan menembak jatuh rudal-rudal tersebut," kata Hegseth.

Hegseth juga mencatat adanya penurunan aktivitas serangan dari pihak lawan dalam sehari terakhir. 

Baca juga: Netanyahu Tegaskan Israel Akan Tetap Serang Lebanon, meski AS-Iran Damai

Dia menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir, jumlah rudal dan drone yang ditembakkan oleh Iran adalah yang paling sedikit selama konflik berlangsung.

Konflik ini meledak sejak AS dan Israel meluncurkan serabnagn gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. 

Serangan besar-besaran tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai bentuk balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang masif, tetapi juga mulai mengganggu pasar global serta jalur penerbangan internasional secara signifikan.

Baca juga: Langit Isfahan Membara, Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau