Penulis
TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tak akan menghentikan perang di Lebanon, terlepas dari apa pun kesepakatan yang dicapai Amerika Serikat dengan Iran.
Harian Israel Hayom melaporkan, Netanyahu menyampaikan pesan tersebut selama pembicaraan tertutup baru-baru ini dengan para pejabat senior di pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Menurut surat kabar itu, Netanyahu mengatakan bahwa kesepakatan apa pun yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan berlaku di Lebanon.
“Israel akan terus memanfaatkan kesempatan untuk melenyapkan Hizbullah bahkan jika ada kesepakatan antara Trump dan pejabat Iran,” kata laporan itu, dikutip dari Anadolu.
Baca juga: 3 Pasukannya Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Pertemuan Dewan Keamanan PBB
Surat kabar itu juga menjelaskan, Netanyahu menolak proposal Perancis untuk menghentikan perang melawan Hizbullah dengan imbalan komitmen Emmanuel Macron untuk membantu menyelesaikan situasi tersebut.
Menurut laporan tersebut, Netanyahu percaya bahwa Israel kini memiliki kesempatan untuk secara signifikan meningkatkan situasi keamanannya dengan menyerang Hizbullah.
Seorang pejabat senior Israel yang dikutip oleh surat kabar tersebut bahkan mengatakan, AS telah menerima posisi Israel.
“Lebanon tidak penting bagi Presiden Trump,” kata pejabat itu.
Baca juga: Lebanon Tak Berdaya, Usir Dubes Iran tapi Tak Digubris
Israel telah membombardir Lebanon dengan serangan udara dan melancarkan serangan darat.
Pihak berwenang Lebanon mengatakan, setidaknya 1.247 orang telah tewas dan 3.690 orang terluka akibat serangan Israel.
Eskalasi tersebut terjadi di tengah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan lebih dari 1.340 orang sejak 28 Februari.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Baca juga: Israel Respons Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.Serangan Israel ke Lebanon baru-baru ini juga berdampak pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Media pemerintah NNA melaporkan, sebuah proyektil menghantam batalion Indonesia yang bertugas di UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.