Penulis
TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah semakin meruncing setelah militer Iran mengeklaim berhasil menembak jatuh drone canggih milik Amerika Serikat (AS), MQ-9 Reaper, di wilayah Isfahan.
Dilansir dari kantor berita Rusia, Tass, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mencegat drone jarak jauh buatan AS tersebut di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
"Sebuah drone MQ-9 Reaper telah dicegat dan dihancurkan di atas Isfahan beberapa menit yang lalu," bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh Tass, sebagaimana dilansir India Today pada Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone
Insiden jatuhnya drone ini terjadi hampir bersamaan dengan laporan serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS.
Mengutip laporan Wall Street Journal, seorang pejabat AS menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan gudang amunisi di Isfahan pada Senin (30/3/2026) malam.
Serangan tersebut dilaporkan menggunakan banyak amunisi penghancur bunker, yang memicu kobaran api besar di langit Isfahan.
Terkait serangan ini, Presiden AS Donald Trump mengunggah sebuah video yang memperlihatkan detik-detik serangan udara tersebut melalui akun media sosial miliknya, Truth Social.
Baca juga: Trump Dilaporkan Bangun Bunker di Bawah Gedung Putih, Diklaim Anti Peluru dan Drone
Eskalasi militer ini terjadi meski Washington sebelumnya telah mengajukan 15 poin rencana gencatan senjata kepada Teheran.
Proposal tersebut mencakup sejumlah syarat ketat, di antaranya pembatasan program nuklir Teheran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pihak Gedung Putih diketahui tengah mendorong gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi.
Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Gudang Anti-Drone Ukraina di UEA, Kyiv Buka Suara
Namun, pemerintah Iran merespons dingin dan menolak mentah-mentah tawaran tersebut.
Pihak militer Iran bahkan secara terbuka mengejek upaya perdamaian yang diajukan oleh Trump.
Juru bicara utama komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, mempertanyakan keseriusan rencana tersebut melalui televisi pemerintah.
"Apakah tingkat pergolakan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda (Trump) bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?" ujar Zolfaqari.
Baca juga: Kapal Tanker Rusia Bermuatan 1 Juta Barel Minyak Dihantam Drone
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang