Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langit Isfahan Membara, Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

Kompas.com, 31 Maret 2026, 16:41 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah semakin meruncing setelah militer Iran mengeklaim berhasil menembak jatuh drone canggih milik Amerika Serikat (AS), MQ-9 Reaper, di wilayah Isfahan.

Dilansir dari kantor berita Rusia, Tass, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mencegat drone jarak jauh buatan AS tersebut di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

"Sebuah drone MQ-9 Reaper telah dicegat dan dihancurkan di atas Isfahan beberapa menit yang lalu," bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh Tass, sebagaimana dilansir India Today pada Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone

Insiden jatuhnya drone ini terjadi hampir bersamaan dengan laporan serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS. 

Mengutip laporan Wall Street Journal, seorang pejabat AS menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan gudang amunisi di Isfahan pada Senin (30/3/2026) malam.

Serangan tersebut dilaporkan menggunakan banyak amunisi penghancur bunker, yang memicu kobaran api besar di langit Isfahan. 

Terkait serangan ini, Presiden AS Donald Trump mengunggah sebuah video yang memperlihatkan detik-detik serangan udara tersebut melalui akun media sosial miliknya, Truth Social.

Baca juga: Trump Dilaporkan Bangun Bunker di Bawah Gedung Putih, Diklaim Anti Peluru dan Drone

Eskalasi militer ini terjadi meski Washington sebelumnya telah mengajukan 15 poin rencana gencatan senjata kepada Teheran. 

Proposal tersebut mencakup sejumlah syarat ketat, di antaranya pembatasan program nuklir Teheran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pihak Gedung Putih diketahui tengah mendorong gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi. 

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Gudang Anti-Drone Ukraina di UEA, Kyiv Buka Suara

Namun, pemerintah Iran merespons dingin dan menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

Pihak militer Iran bahkan secara terbuka mengejek upaya perdamaian yang diajukan oleh Trump. 

Juru bicara utama komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, mempertanyakan keseriusan rencana tersebut melalui televisi pemerintah.

"Apakah tingkat pergolakan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda (Trump) bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?" ujar Zolfaqari.

Baca juga: Kapal Tanker Rusia Bermuatan 1 Juta Barel Minyak Dihantam Drone

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau