Penulis
ANKARA, KOMPAS.com - Sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak mentah dari Rusia dilaporkan terkena serangan drone laut di Laut Hitam, tepatnya di dekat Selat Bosphorus, Istanbul, Turkiye, Kamis (26/3/2026) dini hari.
Menteri Transportasi Turkiye Abdulkadir Uraloglu mengonfirmasi insiden tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Kanal 24.
Dia menyatakan bahwa serangan itu menyebabkan ledakan pada kapal bernama Altura tersebut.
Baca juga: Italia Setuju, Indonesia Bakal Terima Kapal Induk Hibah Giuseppe Garibaldi Tahun Ini
"Seluruh 27 kru kapal dalam keadaan selamat," ujar Uraloglu, sebagaimana dilansir Reuters.
Dia menambahkan bahwa pihak penjaga pantai telah dikerahkan menuju lokasi kapal yang berada sekitar 33 km dari Bosphorus, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Marmara dan Mediterania.
Uraloglu menjelaskan bahwa serangan terjadi di luar perairan teritorial Turkiye.
Berdasarkan analisis awal, serangan tersebut diduga kuat bertujuan untuk melumpuhkan sistem penggerak kapal.
Baca juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Ogah Negosiasi dengan AS
"Serangan itu kemungkinan besar bertujuan untuk melumpuhkan kamar mesin pada kapal berbendera Sierra Leone yang membawa minyak Rusia tersebut," ungkap Uraloglu.
Berdasarkan data pelacakan kapal dan Refinitiv AIS, kapal Altura bertolak dari pelabuhan Novorossiysk, Rusia, dengan muatan penuh sekitar 1 juta barel minyak mentah.
Kapal ini diketahui masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa dan Inggris.
Senada dengan pernyataan tersebut, laporan dari stasiun televisi NTV menyebutkan sempat terjadi ledakan di bagian anjungan kapal.
Selain itu, air dilaporkan mulai masuk ke ruang mesin sebelum kru akhirnya meminta bantuan kepada otoritas Turkiye.
Baca juga: Israel Klaim Serang Fasilitas Kapal Selam Iran, Teheran Balas Luncurkan Rudal
Insiden ini menambah daftar panjang serangan yang melibatkan kapal-kapal yang terkena sanksi Barat di rute menuju atau dari pelabuhan Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Kawasan Laut Hitam sendiri masih menjadi zona panas akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Akhir tahun lalu, tarif asuransi pelayaran sempat melonjak setelah drone laut Ukraina menghantam kapal tanker tujuan Rusia, yang kemudian memicu ancaman balasan dari pihak Moskwa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Rusia maupun Ukraina terkait serangan ini.
Data Refinitiv menunjukkan bahwa pemilik terdaftar kapal tersebut adalah Sea Grace Shipping Ltd yang berbasis di China.
Sedangkan pengelolaannya berada di bawah Pergamon Denizcilik yang berbasis di Turkiye. Pihak Pergamon sendiri belum memberikan komentar saat dihubungi.
Baca juga: Saat Kapal Perang AS Kena Ranjau Iran: Langsung Terpental, Bolong 6 Meter
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang