Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Digempur, Iran Tetap Ogah Negosiasi dengan AS

Kompas.com, 26 Maret 2026, 15:41 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran menyatakan sedang meninjau proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama hampir empat pekan.

Namun, Teheran menegaskan tidak memiliki niat untuk mengadakan pembicaraan atau dialog dengan Washington untuk mengakhiri konflik, sebagaimana dilansir Reuters.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan, komunikasi yang terjadi dengan AS selama ini hanya sebatas pertukaran pesan melalui pihak ketiga, bukan sebuah perundingan resmi.

Baca juga: Trump Pasang Target, Perang Iran Selesai Sebelum Temui Xi Jinping

"Pesan yang disampaikan melalui negara-negara sahabat kami dan respons kami yang menyatakan posisi atau mengeluarkan peringatan yang diperlukan, itu tidak bisa disebut sebagai negosiasi atau dialog," ujar Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026).

Pernyataan Araghchi ini sangat kontras dengan klaim yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump. 

Dalam sebuah acara di Washington pada Rabu (25/3/2026) malam, Trump mengeklaim bahwa para pemimpin Iran sebenarnya sangat mendambakan perdamaian untuk mengakhiri pertempuran.

"Mereka sedang bernegosiasi, dan omong-omong, mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka takut mengatakannya karena akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita," kata Trump.

Meski demikian, Trump tidak merinci siapa pihak di Iran yang dia maksud sebagai rekan negosiasi. 

Baca juga: Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian

Sejak AS dan Israel melancarkan ke Iran pada 28 Februari lalu, ribuan orang di Timur Tengah telah tewas, termasuk para pejabat tinggi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama konflik akibat serangan Israel. 

Jabatannya digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang hingga kini belum muncul dalam rekaman video atau foto apa pun sejak dilantik.

Informasi yang dihimpun dari tiga sumber kabinet Israel menyebutkan bahwa AS telah mengirimkan 15 poin proposal melalui Pakistan.

Beberapa poin utama dalam proposal tersebut antara lain pembukaan kembali Selat Hormuz, penghapusan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi, pembatasan program rudal balistik Iran, dan penghentian pendanaan bagi sekutu regional Iran.

Iran dilaporkan telah menyampaikan kepada pihak perantara bahwa pengakhiran konflik juga harus mencakup Lebanon dalam kesepakatan akhir dengan AS dan Israel.

Baca juga: 7 Syarat Iran untuk Negosiasi Damai yang Dianggap Konyol oleh AS

Dampak global

Ketegangan ini telah memicu krisis energi global karena penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau