Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone

Kompas.com, 1 April 2026, 11:21 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber AFP

KUWAIT CITY, KOMPAS.com – Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak atau drone pada Rabu (1/4/2026). 

Otoritas penerbangan sipil setempat melaporkan, serangan tersebut memicu kebakaran besar pada fasilitas tangki penyimpanan bahan bakar di area bandara.

Juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait Abdullah Al-Rajhi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut berasal dari wilayah Iran dan kelompok pendukungnya.

Baca juga: Langit Isfahan Membara, Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

"Bandara Internasional Kuwait telah menjadi sasaran serangan terang-terangan oleh pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Iran dan faksi bersenjata yang didukungnya," ujar Al-Rajhi, sebagaimana dilansir AFP.

Al-Rajhi menambahkan, meskipun serangan tersebut mengenai sasaran vital, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

"Tangki penyimpanan bahan bakar menjadi sasaran, yang mengakibatkan kebakaran besar di lokasi tersebut," lanjutnya.

Serangan terhadap Kuwait ini merupakan bagian dari rangkaian ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk. 

Sejak pecahnya perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, Teheran dilaporkan telah meluncurkan berbagai rudal dan drone ke arah Israel serta sekutu-sekutu Washington di Timur Tengah.

Baca juga: Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone

Kapal tanker kena proyektil

Lembaga keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan sebuah insiden yang menimpa kapal tanker di posisi sekitar 31 kilometer di sebelah utara Doha, Qatar.

Menurut laporan UKMTO, kapal tanker tersebut dihantam oleh proyektil yang tidak dikenal pada bagian lambung kiri.

"Kapal tanker telah terkena proyektil yang tidak dikenal di sisi kiri, menyebabkan kerusakan pada lambung kapal di atas garis air. Awak kapal dilaporkan selamat," tulis pernyataan resmi UKMTO.

Otoritas terkait memastikan bahwa insiden kapal tanker tersebut tidak menimbulkan dampak lingkungan. 

Hingga saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi asal proyektil tersebut.

Baca juga: Trump Dilaporkan Bangun Bunker di Bawah Gedung Putih, Diklaim Anti Peluru dan Drone

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau