Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nasib Kapal Induk Terbesar AS Terungkap Usai Kebakaran, Kini di Kroasia

Kompas.com, 28 Maret 2026, 17:57 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

SPLIT, KOMPAS.com - Kapal induk terbesar dunia milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, tiba di Kota Split, Kroasia, Sabtu (28/3/2026), setelah terlibat dalam operasi perang di Timur Tengah.

Kedatangan kapal tersebut dikonfirmasi Kedutaan Besar AS melalui pernyataan resmi yang menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari agenda rutin.

Wartawan AFP melihat langsung kapal induk itu memasuki pelabuhan Split pada Sabtu pagi.

Baca juga: AS Pulangkan Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Operasi Iran, Tanda Perang Berakhir?

Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa kehadiran USS Gerald R Ford merupakan bagian dari “kunjungan pelabuhan dan pemeliharaan terjadwal”.

USS Gerald R Ford sebelumnya meninggalkan pangkalan Angkatan Laut di Kreta, Yunani, awal pekan ini.

Kapal tersebut sempat kembali ke pangkalan di Kreta setelah terjadi kebakaran di ruang cuci di atas kapal. Insiden itu melukai dua kru.

Kerusakan juga terjadi pada sekitar 100 tempat tidur di dalam kapal akibat insiden tersebut.

Selama berada di Kroasia, USS Gerald R Ford dijadwalkan menjalankan sejumlah agenda diplomatik.

“Selama kunjungannya, USS Gerald R Ford akan menjamu pejabat lokal dan para pemimpin kunci untuk mengakui aliansi kuat dan abadi antara Amerika Serikat dan Kroasia,” kata Kedubes AS, dikutip dari AFP.

Baca juga: Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar di Laut Merah, 2 Awak Luka-luka

Kunci serangan ke Iran

Kapal induk USS Gerald R Ford (CVN 78) saat tiba di St Thomas, Kepulauan Virgin, 1 Desember 2025. Ford merupakan satu dari dua kapal induk Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah, di tengah ketegangan dengan Iran.US NAVY/SEAMAN ABIGAIL REYES via AFP Kapal induk USS Gerald R Ford (CVN 78) saat tiba di St Thomas, Kepulauan Virgin, 1 Desember 2025. Ford merupakan satu dari dua kapal induk Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah, di tengah ketegangan dengan Iran.
Sebelumnya, USS Gerald R Ford menjadi bagian penting dalam operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Operasi tersebut dimulai pada akhir Februari setelah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam operasi itu, Ford beroperasi bersama kapal induk lain, USS Abraham Lincoln. Keduanya membawa sayap udara yang terdiri dari puluhan pesawat tempur.

Peran mereka dinilai krusial dalam mendukung operasi militer terhadap Iran.

Penarikan USS Gerald R Ford dari kawasan Timur Tengah kini disebut meninggalkan celah bagi kekuatan militer AS di wilayah tersebut.

Baca juga: Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara

Kapal induk ini telah menjalani penugasan panjang di laut selama hampir sembilan bulan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Nasib Kapal Induk Terbesar AS Terungkap Usai Kebakaran, Kini di Kroasia
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat