Penulis
SPLIT, KOMPAS.com - Kapal induk terbesar dunia milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, tiba di Kota Split, Kroasia, Sabtu (28/3/2026), setelah terlibat dalam operasi perang di Timur Tengah.
Kedatangan kapal tersebut dikonfirmasi Kedutaan Besar AS melalui pernyataan resmi yang menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari agenda rutin.
Wartawan AFP melihat langsung kapal induk itu memasuki pelabuhan Split pada Sabtu pagi.
Baca juga: AS Pulangkan Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Operasi Iran, Tanda Perang Berakhir?
Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa kehadiran USS Gerald R Ford merupakan bagian dari “kunjungan pelabuhan dan pemeliharaan terjadwal”.
USS Gerald R Ford sebelumnya meninggalkan pangkalan Angkatan Laut di Kreta, Yunani, awal pekan ini.
Kapal tersebut sempat kembali ke pangkalan di Kreta setelah terjadi kebakaran di ruang cuci di atas kapal. Insiden itu melukai dua kru.
Kerusakan juga terjadi pada sekitar 100 tempat tidur di dalam kapal akibat insiden tersebut.
Selama berada di Kroasia, USS Gerald R Ford dijadwalkan menjalankan sejumlah agenda diplomatik.
“Selama kunjungannya, USS Gerald R Ford akan menjamu pejabat lokal dan para pemimpin kunci untuk mengakui aliansi kuat dan abadi antara Amerika Serikat dan Kroasia,” kata Kedubes AS, dikutip dari AFP.
Baca juga: Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar di Laut Merah, 2 Awak Luka-luka
Kapal induk USS Gerald R Ford (CVN 78) saat tiba di St Thomas, Kepulauan Virgin, 1 Desember 2025. Ford merupakan satu dari dua kapal induk Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah, di tengah ketegangan dengan Iran.Operasi tersebut dimulai pada akhir Februari setelah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam operasi itu, Ford beroperasi bersama kapal induk lain, USS Abraham Lincoln. Keduanya membawa sayap udara yang terdiri dari puluhan pesawat tempur.
Peran mereka dinilai krusial dalam mendukung operasi militer terhadap Iran.
Penarikan USS Gerald R Ford dari kawasan Timur Tengah kini disebut meninggalkan celah bagi kekuatan militer AS di wilayah tersebut.
Baca juga: Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara
Kapal induk ini telah menjalani penugasan panjang di laut selama hampir sembilan bulan.