Penulis
WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan sindiran tajam dengan menyebut kapal induk Inggris seperti HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales sebagai “mainan”.
Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan antara Washington dan London terkait perang Iran.
Trump juga menuding Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah membuat kesalahan besar karena tidak langsung membantu AS dalam serangan ke Teheran.
Baca juga: Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Banggakan Keberhasilan AS di Venezuela
Dalam rapat kabinet yang disiarkan dari Gedung Putih, sebagaimana dilansir The Indpendent, Kamis (26/3/2026), Trump meremehkan kekuatan militer Inggris, khususnya armada kapal induk mereka.
Ia mengatakan, “Mereka bilang akan mengirim kapal induk mereka... yang bukan kapal induk terbaik. Itu seperti mainan dibandingkan dengan yang kami miliki.”
Trump juga menyindir rencana Inggris yang dinilai terlambat dalam membantu AS menyerang Iran. Menurutnya, Amerika tidak lagi membutuhkannya.
“Kami akan mengirim kapal induk setelah perang selesai. Saya bilang, ‘oh itu luar biasa, terima kasih banyak. Tidak usah repot-repot. Kami tidak membutuhkannya’.”
Trump mengaku “sangat kecewa” karena Inggris sempat menolak memberikan akses pangkalan RAF untuk serangan awal terhadap Iran.
Merujuk pangkalan bersama di Diego Garcia, ia berkata, “Kami membutuhkan pulau itu untuk mendaratkan pembom B-2 yang indah itu, tetapi kami diberi tahu pangkalan itu tidak bisa menggunakannya.”
Ia menambahkan, “Kami harus terbang kembali ke Missouri, yang memakan waktu 17 jam, dibandingkan hanya beberapa jam. Dan saya bilang, ‘kalian pasti bercanda’. Tidak bagus. Mereka membuat kesalahan besar.”
Dalam hal ini, Trump mengkritik keputusan Starmer meski tetap memujinya sebagai pria baik.
“Saya pikir dia pria yang baik, tapi saya pikir dia melakukan sesuatu yang mengejutkan. Dia tidak mau membantu kami.”
Baca juga: Trump Undur Deadline Serangan ke Iran hingga 6 April, Klaim Itu Permintaan Teheran
Selain Inggris, Trump juga menyoroti NATO yang menurutnya tidak berkontribusi dalam konflik Timur Tengah.
Ia mengatakan bahwa aliansi tersebut “tidak melakukan apa-apa” dan bahkan mempertanyakan komitmen AS ke depan.
“Kami selalu ada – setidaknya dulu, saya tidak tahu sekarang, sejujurnya – kami selalu ada ketika mereka membutuhkan bantuan.”