JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) atau Krom Bank terus memperkuat layanan perbankan digitalnya untuk menggaet nasabah di tengah maraknya bank digital.
Ada sejumlah strategi yang dilakukan anak usaha Kredivo Group ini.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, transaksi perbankan digital di Indonesia konsisten menguat, yang pada kuartal I-2024 tumbuh 16,15 persen secara tahunan atau year on year (yoy), menurut data Bank Indonesia.
Baca juga: Tanggapan OJK Soal Perang Bunga Tinggi di Industri Bank Digital
Ilustrasi bank. Prospek cerahnya industri perbankan digital itu pun diikuti banyaknya pemain bank digital.
Kendati begitu, total simpanan nasabah dalam perbankan digital masih kurang dari 1 persen dari total keseluruhan simpanan nasabah dalam industri perbankan pada saat ini.
Maka dari itu, pelaku industri digital dituntut untuk terus berinovasi dan memiliki nilai tambah yang kompetitif guna menggaet lebih banyak nasabah dan meningkatkan simpanan nasabah.
"Meskipun pertumbuhan industri bank digital masih berada pada tahap awal, namun kami melihat bahwa bank digital perlu memiliki unique value proposition untuk lebih menarik target market dan unggul di pasar," ujar Anton dalam diskusi dengan media di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Baca juga: Ekonom Sebut Perang Suku Bunga Bank Digital Masih Akan Berlanjut
Di sisi lain, pengguna bank digital mayoritas merupakan generasi muda, yang identik dengan kecenderungan memiliki karakter selektif dan tidak loyal terhadap satu brand.
Oleh karena itu, Krom Bank memiliki beragam strategi, mulai dari bunga deposito yang tinggi, fleksibilitas layanan, hingga keamanan data guna menggaet para nasabah muda.
Anton menuturkan, Krom Bank memberikan bunga deposito yang tinggi di 8,75 persen per tahun untuk nasabahnya. Hal ini seiring dengan generasi muda yang cenderung memilih layanan keuangan dengan tingkat pengembalian yang tinggi.