
Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
PADA artikel pertama, sudah dibahas tentang apa dampak positif negosiasi yang dilakukan dengan produktivitas tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia, khusus tim negosiasi yang melaksanakannya.
Pada artikel kedua ini dipaparkan dampak signifikan negosiasi dengan produktivitas tinggi terhadap pengembangan bisnis perusahaan secara berkelanjutan, agar terus tumbuh dengan semakin tangguh.
Baca juga: 8 Dampak Negosiasi dengan Produktivitas Tinggi terhadap Pengembangan Karyawan
Negosiasi yang dilakukan produktif, secara ilmiah dan empiris terbukti secara nyata dan meyakinkan akan berdampak besar pada berbagai aspek operasional perusahaan, seperti kemitraan strategis untuk keberlangsungan bisnis, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di era disrupsi.
Berikut adalah beberapa dampak besar negosiasi produktif dalam bisnis yang perlu menjadi perhatian, khususnya Anda para pengambil keputusan dan khususnya bagi mereka yang terlibat dalam proses negosiasi.
Dampak pertama adalah pembuatan kesepakatan yang produktif dan solutif. Negosiasi yang produktif sangat penting dalam proses pembuatan kesepakatan strategis untuk keperluan pengembangan bisnis atau untuk alasan strategis lainnya; seperti merger, akuisisi, aliansi atau kemitraan dalam kondisi dan situasi tertentu, usaha patungan yang saling menguntungkan, dan perjanjian penjualan yang bersifat khusus.
Keterampilan negosiasi produktif sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan mencapai tujuan pengembangan bisnis dengan sukses bagi semua korporasi yang terlibat dalam negosiasi.
Dampak kedua adalah resolusi konflik. Tidak dapat dimungkiri, konflik muncul dalam bisnis, baik antarkaryawan, departemen, atau dengan mitra eksternal, bahkan dengan semua pemangku kepentingan.
Negosiasi produktif membantu menyelesaikan konflik-konflik ini dengan memfasilitasi komunikasi yang impresif, menemukan titik temu antara best point dengan limit point, dan mencapai kesepakatan yang memenuhi kepentingan semua pihak yang terlibat secara adil dan bermartabat.
Dampak ketiga adalah manajemen biaya. Negosiasi produktif dapat mengarah pada penggunaan biaya yang lebih produktif lebih dari sekadar efisien melalui negosiasi yang produktif dengan pemasok.
Dengan negosiasi yang produktif, pengambil keputusan bisnis dapat menegosiasikan harga, syarat, dan ketentuan yang lebih cost productive untuk pembelian barang dan jasa.
Hal ini terbukti berdampak signifikan terhadap keuntungan yang semakin kokoh dan meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
Dampak keempat adalah manajemen risiko. Negosiasi produktif memungkinkan pemimpin bisnis untuk mengelola risiko secara produktif lebih dari sekadar efektif.
Misalnya, ketika mengadakan kontrak atau kemitraan, negosiasi dengan produktivitas tinggi memungkinkan para pihak yang terlibat untuk memperjelas ekspektasi yang realistis, serta mengalokasikan tanggung jawab, dan menetapkan mekanisme untuk menangani potensi risiko yang akan terjadi, sehingga semua risiko bisnis bisa diantisipasi dengan inovasi yang dikembangkan selama proses negosiasi.
Dampak kelima adalah membangun hubungan. Negosiasi yang produktif sebagaimana dampaknya pada pengembangan karyawan terbukti sukses membina hubungan positif dengan pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, pemasok, seluruh karyawan, dan investor.
Dengan menunjukkan keadilan, kepercayaan, dan kemauan untuk berkolaborasi pada proses negosiasi yang produktif, dunia usaha dapat membangun hubungan yang tangguh untuk pengembangan bisnis jangka panjang yang bermanfaat untuk kolaborasi dan kemitraan di masa depan.