Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jazak Yus Afriansyah
Trainer

Author, Coach, Trainer.
Master of Technology Management.

8 Dampak Negosiasi dengan Produktivitas Tinggi terhadap Pengembangan Bisnis

Kompas.com, 31 Oktober 2024, 11:47 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PADA artikel pertama, sudah dibahas tentang apa dampak positif negosiasi yang dilakukan dengan produktivitas tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia, khusus tim negosiasi yang melaksanakannya.

Pada artikel kedua ini dipaparkan dampak signifikan negosiasi dengan produktivitas tinggi terhadap pengembangan bisnis perusahaan secara berkelanjutan, agar terus tumbuh dengan semakin tangguh.

Baca juga: 8 Dampak Negosiasi dengan Produktivitas Tinggi terhadap Pengembangan Karyawan

Negosiasi yang dilakukan produktif, secara ilmiah dan empiris terbukti secara nyata dan meyakinkan akan berdampak besar pada berbagai aspek operasional perusahaan, seperti kemitraan strategis untuk keberlangsungan bisnis, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di era disrupsi.

Berikut adalah beberapa dampak besar negosiasi produktif dalam bisnis yang perlu menjadi perhatian, khususnya Anda para pengambil keputusan dan khususnya bagi mereka yang terlibat dalam proses negosiasi.

Dampak pertama adalah pembuatan kesepakatan yang produktif dan solutif. Negosiasi yang produktif sangat penting dalam proses pembuatan kesepakatan strategis untuk keperluan pengembangan bisnis atau untuk alasan strategis lainnya; seperti merger, akuisisi, aliansi atau kemitraan dalam kondisi dan situasi tertentu, usaha patungan yang saling menguntungkan, dan perjanjian penjualan yang bersifat khusus.

Keterampilan negosiasi produktif sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan mencapai tujuan pengembangan bisnis dengan sukses bagi semua korporasi yang terlibat dalam negosiasi.

Dampak kedua adalah resolusi konflik. Tidak dapat dimungkiri, konflik muncul dalam bisnis, baik antarkaryawan, departemen, atau dengan mitra eksternal, bahkan dengan semua pemangku kepentingan.

Negosiasi produktif membantu menyelesaikan konflik-konflik ini dengan memfasilitasi komunikasi yang impresif, menemukan titik temu antara best point dengan limit point, dan mencapai kesepakatan yang memenuhi kepentingan semua pihak yang terlibat secara adil dan bermartabat.

Dampak ketiga adalah manajemen biaya. Negosiasi produktif dapat mengarah pada penggunaan biaya yang lebih produktif lebih dari sekadar efisien melalui negosiasi yang produktif dengan pemasok.

Dengan negosiasi yang produktif, pengambil keputusan bisnis dapat menegosiasikan harga, syarat, dan ketentuan yang lebih cost productive untuk pembelian barang dan jasa.

Hal ini terbukti berdampak signifikan terhadap keuntungan yang semakin kokoh dan meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.

Dampak keempat adalah manajemen risiko. Negosiasi produktif memungkinkan pemimpin bisnis untuk mengelola risiko secara produktif lebih dari sekadar efektif.

Misalnya, ketika mengadakan kontrak atau kemitraan, negosiasi dengan produktivitas tinggi memungkinkan para pihak yang terlibat untuk memperjelas ekspektasi yang realistis, serta mengalokasikan tanggung jawab, dan menetapkan mekanisme untuk menangani potensi risiko yang akan terjadi, sehingga semua risiko bisnis bisa diantisipasi dengan inovasi yang dikembangkan selama proses negosiasi.

Dampak kelima adalah membangun hubungan. Negosiasi yang produktif sebagaimana dampaknya pada pengembangan karyawan terbukti sukses membina hubungan positif dengan pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, pemasok, seluruh karyawan, dan investor.

Dengan menunjukkan keadilan, kepercayaan, dan kemauan untuk berkolaborasi pada proses negosiasi yang produktif, dunia usaha dapat membangun hubungan yang tangguh untuk pengembangan bisnis jangka panjang yang bermanfaat untuk kolaborasi dan kemitraan di masa depan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau