Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Pekan Lalu Ditutup Melemah, Simak 4 Faktor Penyebabnya Menurut IPOT

Kompas.com, 25 Agustus 2025, 07:51 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menjelaskan, terdapat sejumlah sentimen yang menggerakan pasar saham sepanjang pekan lalu atau pada periode 18-22 Agustus 2025.

Sedikit catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/8/2025). IHSG turun 31,86 poin (0,40 persen) ke level 7.858,85.

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus memerinci, ada 4 sentimen yang menjadi penyebabnya. Pertama, Bank Indonesia yang memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5 persen.

"Pemangkasan tersebut di luar dari konsensusnya yang diperkirakan akan bertahan di level 5,25 persen," kata Indri dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).

Baca juga: IHSG Pekan Depan Diproyeksikan Menguat, Simak Saham yang Bisa Dicermati

Kedua, sentimen Federal Open Meeting Commitee (FOMC) Minutes yang menunjukkan pejabat The Fed cenderung berpendapat hawkish sebab menilai inflasi sebagai risiko utama dibanding pasar tenaga kerja, sehingga menurunkan keyakinan para pelaku pasar akan suku bunga yang akan dipangkas September mendatang.

Menurut FedWatch Tool CME Group, tingkat keyakinan akan adanya pemangkasan tingkat suku bunga acuan di bulan September mendatang turun dari 82,4 persen menjadi 75,3 persen.

Sentimen penggerak pasar saham selanutnya adalah sentimen Jerome Powell yang mengisyaratkan The Fed kemungkinan besar akan memangkas suku bunga mulai September.

Pasalnya, ekonomi AS dinilai melemah dan risiko terhadap lapangan kerja meningkat. Pasar bahkan memperkirakan dua kali pemangkasan hingga akhir tahun.

Terakhir, sentimen rebalancing indeks Financial timers Stock Exchange (FTSE) pada 22 Agustus 2025 lalu dan efektif pada 22 September 2025 juga turut menjadi sentimen penggerak pasar.

Dalam rebalancing terakhir, saham dengan kapitalisasi pasar besar (large cap) yang masuk adalah saham DSSA.

Kemudian, saham dengan kapitalisasi pasar menengah yang keluar adalah saham BDMN.

Baca juga: Rebalancing FTSE: DSSA Masuk Daftar, Sejumlah Emiten Keluar

Saham dengan kapitalisasi pasar mikro yang masuk adalah KEEN, MIDI, BCAP, MLIA, MLBA, CNMA, CLEO, ULTJ dan yang keluar adalah BEST, TEBE, PSSI, MTMH, KKGI, SMBR, dan UCID.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hanya ada 2 sektor yang mengalami pelemahan selama sepekan lalu, sementara sektor lainnya mengalami penguatan.

Sektor infrastruktur menjadi sektor terlemah sepanjang pekan lalu dengan mencatatkan penurunan sebesar 1,79 persen.

Sementara sektor yang menopang laju IHSG ialah sektor Industri dengan penguatan sebesar 4,68 persen yang ditopang oleh kenaikan saham AStra Internasional (ASII) sebagai saham yang memiliki bobot paling besar.

"Kenaikan saham ASII disebabkan oleh adanya optimisme pasar atas rencana strategic review yang mencakup strategi akuisisi dan divestasi aset yang berpotensi besar berimbas pada pembagian dividen yang besar," tutup dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau