JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level 8.000 dalam sepekan mendatang.
Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus mengatakan, menjelaskan, proyeksi itu didukung optimisme pasar pasca pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan prospek penurunan suku bunga Fed AS.
Selain itu, penguatan ini ditopang aksi beli asing (net buy asing) senilai Rp 2,6 triliun di tengah pelemahan tipis 0,50 persen pekan lalu.
"Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai IHSG masih sehat karena berada dekat level All Time High," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025).
Baca juga: IPOT Sebut IHSG Masih Bullish Terbatas, Investor Mulai Jenuh?
Sedikit catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/8/2025). IHSG turun 31,86 poin (0,40 persen) ke level 7.858,85.
Sepanjang pekan ini, atau pada periode 25-29 Agustus 2025, Indri menegaskan pelaku pasar akan fokus pada 3 data utama.
Pertama, Consumer Confidence Amerika Serikat bulan Agustus yang diperkirakan akan naik tipis ke level 98 dari sebelumnya di level 97,2. Kedua, Initial Jobless Claims Amerika Serikat pada minggu ke-3 bulan Agustus yang akan naik tipis ke level 236.000 dari sebelumnya di level 235.000. Terakhir, Core PCE Price Index Amerika Serikat pada bulan Juli yang berpotensi tetap berada di level 0,3 persen.
Baca juga: IHSG Pekan Lalu Ditutup Melemah, Simak 4 Faktor Penyebabnya Menurut IPOT
Merespons dinamika pasar ini, IPOT merekomendasikan strategi investasi yang berfokus pada potensi pertumbuhan saham-saham pilihan yang siap breakout. Berikut ini adalah beberapa saham pilihan IPOT yang dapat dicermati sepanjang pekan ini.
1. Buy TOBA (Current Price: 1.050, Entry: 1.050, Target Price: 1.150 (+9,5 persen), Stop Loss: < 1.015 (-3,3 persen) dan Risk to Reward Ratio = 1:2,9).
TOBA ditutup menguat diikuti kenaikan volume transaksi dan terlihat candlesticknya mampu bertahan diatas garis EMA 5 dan 20 serta berdasarkan fibonaccinya, TOBA berpotensi untuk melanjutkan penguatan hingga level 1150.
2. Buy AUTO (Current Price: 2.460, Entry: 2.460, Target Price: 2.600 (+5,7 persen), Stop Loss: < 2.400 (-2,4 persen) dan Risk to Reward Ratio = 1:2,3).
AUTO ditutup membentuk candlestick marubozu diiringi volume spike dan terlihat level 2400 sebagai resistance telah berhasil di breakout serta jika AUTO mampu bertahan diatas 2500 maka berpotensi ke level 2600.
3. Buy MEDC (Current Price: 1.240, Entry: 1.240, Target Price: 1.340 (+8,1 persen), Stop Loss: < 1.200 (-3,2 persen) dan Risk to Reward Ratio = 1:2,5).
MEDC tengah berusaha untuk breakout garis EMA 20 dan 50 dan Stochastic oscillator MEDC sudah terjadi goldencross dan masih berada di bawah area overboughtnya serta Jika MEDC berhasil breakout dari level 1270 maka MEDC akan menguat hingga level 1340.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang