Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MotoGP Mandalika 2025 Pacu Ekonomi NTB dan Angkat UMKM Lokal

Kompas.com, 5 Oktober 2025, 16:47 WIB
Debrinata Rizky,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

LOMBOK, KOMPAS.com-Gelaran MotoGP Mandalika 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, kembali menggairahkan pariwisata dan ekonomi lokal.

Ribuan penonton dari dalam dan luar negeri memadati arena balap sejak 3 hingga 5 Oktober 2025. Suasana meriah terasa hingga ke berbagai penjuru Pulau Lombok.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menyebut, ajang ini bukan sekadar lomba motor. Menurutnya, MotoGP Mandalika juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“MotoGP Mandalika bukan hanya pesta olahraga, tetapi juga mesin penggerak ekonomi daerah. Kegiatan ini menghidupkan hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM yang menjajakan produk lokal,” ujar Ni Luh dalam keterangan resmi, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: BBM Aman di Mandalika, Distribusi Elnusa Petrofin Jadi Penopang Balapan Dunia

Ia menilai, sport tourism seperti MotoGP memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal karena menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru.

Mengacu pada data 2024, ajang MotoGP Mandalika menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan menarik lebih dari 120.000 penonton.

Tahun ini, jumlahnya diperkirakan meningkat seiring perluasan promosi dan keterlibatan masyarakat.

Ribuan pelaku UMKM NTB ikut ambil bagian dalam Bazar UMKM dan Festival Musik Mandalika.

Acara ini menghadirkan Dewa 19, Amtenar, dan King Nassar. Produk unggulan seperti tenun Sasak, kuliner khas, dan kerajinan tangan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami ingin setiap event internasional di Mandalika menjadi panggung bagi pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti di sirkuit, tetapi mengalir hingga ke desa wisata,” kata Ni Luh.

Baca juga: Dirut Pertamina Tinjau Paddock VR46 di Mandalika

Rangkaian pra-event seperti Riders Parade di Mataram, Riders Go to School, dan Students Go to Paddock ikut menambah daya tarik. Interaksi antara pembalap dunia dan warga lokal memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.

Selain menonton balapan, wisatawan juga menjelajahi Pantai Kuta Mandalika, Desa Sade, dan kuliner khas Lombok.

Ni Luh menegaskan, MotoGP Mandalika 2025 menjadi bukti kemampuan Indonesia menggelar event kelas dunia yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat disebut menjadi kunci keberhasilan.

“Mandalika adalah simbol kolaborasi dan kebanggaan nasional. Kami ingin setiap kali dunia menonton MotoGP, mereka juga melihat keramahan, kreativitas, dan keindahan Indonesia,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau