Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memetik Pelajaran dari Sherly Tjoanda: Kunci Investasi Gen Z Bukan Duit, tapi Skill...

Kompas.com, 21 November 2025, 06:36 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah ramainya isu kepemilikan saham perusahaan tambang yang menyeret namanya, Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda berbagi wejangan buat Gen Z mengenai pentingnya investasi diri. 

Latar belakangnya sebagai pebisnis, sebelum kemudian terjun ke politik dan memimpin Maluku Utara, masih relevan dicerna, terutama saat generasi muda dihadapkan pada tantangan sulitnya mencari pekerjaan, gelombang PHK dan derasnya tren investasi digital, misalnya saham dan kripto.

Dalam wawancara singkat bersama tim Money Kompas.com sebelum tampil di acara ROSI KompasTV, Kamis malam (20/11/2025), Sherly menekankan bahwa investasi terbaik bukanlah uang atau aset finansial, melainkan kemampuan diri. 

Baca juga: Sherly Tjoanda Akui Punya 5 Perusahaan Tambang, Semua Dimiliki Sebelum Jadi Gubernur

Pengalaman pendidikannya yang Panjang, dari International Business Management di Universitas Petra hingga program "double degree" di Inholland University Belanda, menjadi fondasi yang menguatkan kiprahnya sebagai pengusaha dan pejabat publik. 

“Investasi terbaik adalah pada skill dan network. Kalau kita menaruh waktu, tenaga, dan fokus untuk mengasah kemampuan, peluang ekonomi akan mengikuti,” ujarnya.

Kembali berbicara soal Gen Z, Sherly menilai banyak anak muda masih terjebak mengejar gelar tanpa memikirkan bagaimana mengubah ilmu menjadi nilai yang dibutuhkan pasar. 

Ia menekankan pentingnya komunikasi, storytelling, critical thinking, hingga problem solving sebagai keterampilan atau skill inti yang harus dikuasai saat ini. 

Baca juga: Sosok Gubernur Sherly Tjoanda, Lulus S1 Langsung Double Degree di Belanda

Mantan Direktur PT Bela Group itu juga mengingatkan agar Gen Z tidak terjebak ikut-ikutan alias FOMO dalam investasi seperti emas atau kripto. Menurut dia, anak muda harus memastikan dulu memahami risiko investasi sebelum terjun.

"Harus tahu dulu, baru investasi," katanya. 

Menanggapi isu PHK yang marak, Sherly menilai hal itu sering kali dipicu kondisi makroekonomi, bukan performa individu. Ia justru melihat peluang dari kondisi tersebut. 

“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Ini bisa menjadi awal belajar kewirausahaan,” tuturnya. 

Ia mencontohkan peluang digital seperti berjualan online, menjadi konten kreator, freelance, hingga menghasilkan karya seni sebagai pintu masuk yang dapat berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Sherly mengingatkan bahwa ketekunan dan optimisme tetap menjadi kunci. 

“Selalu bersyukur dan percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha,” tegasnya.

Baca juga: Sherly Tjoanda, Gubernur Wanita Pertama di Maluku Utara dengan Harta Kekayaan Rp 709 Miliar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau