Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebiasaan menabung sering dimulai dari niat yang sederhana, misalnya "tahun ini harus lebih hemat”.
Namun, kebiasaan menabung tak jarang berakhir di minggu ketiga karena biaya hidup datang bertubi-tubi, misalnya kebutuhan dapur, tagihan sekolah, cicilan, sampai pengeluaran tak terduga.
Perlu diingat, menabung bukan soal sempurna atau tidak sama sekali.
Baca juga: Revenge Saving, Strategi Menabung Balas Dendam Saat Ekonomi Tak Pasti
Ilustrasi menabung, menabung harian.Banyak perencana keuangan menekankan target yang kecil tapi konsisten, karena target yang terlalu besar justru membuat rumah tangga kalah sebelum mulai.
Reuters mewartakan, perencana keuangan Cynthia Luna mengingatkan pentingnya target menabung yang tidak mengundang rasa gagal sejak awal.
Cara yang tepat adalah dengan menggunakan langkah-langkah kecil dan membuatnya mudah dicapai serta memotivasi, karena Anda tidak ingin gagal dalam resolusi keuangan Anda," ujarnya.
Berangkat dari pendekatan langkah kecil itu, berikut kerangka praktis menetapkan target menabung yang realistis, yang bisa dicapai tanpa membuat arus kas rumah tangga megap-megap.
Baca juga: Biaya Hidup Naik, Soft Saving ala Gen Z Bisa Jadi Strategi Menabung
Target menabung yang realistis selalu dimulai dari baseline, berapa uang yang benar-benar “tersisa” setelah kebutuhan pokok dan kewajiban dibayar.
Banyak rumah tangga merasa tak bisa menabung karena semua pengeluaran tampak sama pentingnya. Karena itu, tahap pertama bukan menentukan nominal tabungan, melainkan memetakan pola uang keluar.
Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.Cara yang lazim direkomendasikan perencana keuangan adalah mencatat seluruh pengeluaran 30 hari, bukan untuk “menghakimi” belanja, melainkan untuk membedakan tiga kelompok, yakni sebagai berikut.
Setelah peta ini terbentuk, barulah rumah tangga bisa menilai ruang menabung yang realistis, sering kali bukan dari memotong kebutuhan wajib, tetapi dari “kebocoran kecil” yang tidak terasa.
Baca juga: Tips Menabung Harian agar Konsisten di Tengah Biaya Hidup Naik
Banyak perencana keuangan menyebut dana darurat ideal 3 sampai 6 bulan pengeluaran. Masalahnya, target itu terasa jauh bagi rumah tangga yang masih bertarung dengan biaya harian.
Karena itu, banyak praktisi menyarankan milestone kecil lebih dulu.
Associated Press (AP) menulis bahwa gagasan menabung setara 3 sampai 6 bulan pengeluaran bisa terasa menakutkan, sehingga lebih baik memulai dari tonggak yang lebih kecil.
Sebaiknya, tetapkan target awal yang terasa ringan tapi nyata, misalnya sebagai berikut.
Baca juga: Mengapa Menabung Kerap Gagal? Ini Penyebab dan Solusinya
Langkah kecil membantu dua hal. Pertama, memberi rasa progres, dan kedua, mengurangi risiko target menabung “mengganggu” kebutuhan pokok.
Ilustrasi menabung.Menabung sering gagal bukan karena orang tidak tahu harus menabung, tetapi karena targetnya tidak selaras dengan kemampuan arus kas.
Salah satu pendekatan yang banyak dianjurkan adalah memulai dari persentase kecil pendapatan dan menaikkannya bertahap, bukan langsung melompat.