Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Efek Libur Nataru, BI Prediksi Penjualan Eceran Desember 2025 Melesat

Kompas.com, 12 Januari 2026, 14:56 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat secara bulanan maupun tahunan pada Desember 2025.

Hal itu tercermin dari perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 sebesar 231,7.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, BI memperkirakan IPR Desember 2025 akan meningkat sebesar 4 persen (month to month/mom) dari bulan sebelumnya yang sebesar 222,9.

Perkiraan pertumbuhan secara bulanan itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,5 persen (mtm) karena terdapat momen libur Natal dan Tahun baru (Nataru).

"Kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh. Sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Laporan BI: Penjualan Eceran Naik Seiring Tren Belanja Akhir Tahun

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peningkatan secara bulanan tersebut akan didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (13,9 persen), Barang Budaya dan Rekreasi (3,5 persen), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3,6 persen), serta Makanan, Minuman dan Tembakau (3,7 persen).

Sementara secara tahunan (year on year/yoy), IPR Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan November 2025 sebesar 6,3 pesen (yoy).

Kendati demikian, beberapa kelompok barang masih mencatatkan ekspasi penjualan, di antaranya kelompok suku cadang dan aksesori (12,4 persen), makanan, minuman, dan tembakau (6,9 persen), barang budaya dan rekreasi (3,5 persen), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,2 persen).

Baca juga: Survei BI: Konsumsi Turun, Tabungan Masyarakat Naik pada Desember 2025

Secara spasial, pada Desember 2025, penjualan eceran secara tahunan diprakirakan tumbuh lebih tinggi di Denpasar (3,9 persen).

Selain itu, penjualan di Surabaya serta Semarang dan Purwokerto diprakirakan tetap tumbuh tinggi meski melambat dibandingkan periode sebelumnya, masing-masing sebesar 17 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy).

Secara bulanan, peningkatan penjualan eceran diprakirakan terjadi di sebagian besar kota cakupan survei, utamanya Bandung sebesar 11,2 persen (mtm), Semarang dan Purwokerto sebesar 5,8 persen (mtm), Jakarta sebesar 4,5 persen (mtm), dan Banjarmasin sebesar 3,6 persen (mtm).

Baca juga: Keyakinan Konsumen Turun Tipis Desember 2025, BI: Masih Level Optimis

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau