Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gen Z Ubah Cara Industri Properti Memandang Layanan Parkir

Kompas.com, 26 Januari 2026, 12:44 WIB
Suparjo Ramalan ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Tuntutan Generasi Z terhadap layanan serba cepat, praktis, dan berbasis teknologi mulai mengubah cara industri properti memandang fasilitas parkir.

Konsumen muda perkotaan menilai parkir bukan lagi sekadar tempat menitipkan kendaraan. Area ini menjadi pengalaman awal yang membentuk kesan terhadap pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan perkantoran.

Perubahan perilaku tersebut ditangkap PT Pollux Hotels Group Tbk. Emiten pengembang properti ini melihat sistem parkir konvensional yang masih manual dan tidak terintegrasi berisiko menurunkan kepuasan konsumen Generasi Z.

Kelompok usia ini tumbuh bersama teknologi digital dan terbiasa dengan layanan instan tanpa hambatan.

Baca juga: PGN Gandeng Pengembang Properti Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga

Direktur Pollux Hotels Group Handojo K Setiadi menyampaikan digitalisasi parkir telah melampaui penggunaan palang otomatis atau pembayaran nontunai.

Fokus utama kini berada pada integrasi data, keamanan, serta pengalaman pengguna yang berjalan mulus.

“Digitalisasi parkir bukan lagi sekadar tentang palang otomatis atau pembayaran nontunai, melainkan integrasi data dan kenyamanan tanpa hambatan (seamless experience) yang sesuai dengan gaya hidup tech-savvy Gen Z,” ujar Handojo lewat keterangan pers, Senin (26/1/2026).

Isu tersebut mengemuka dalam forum diskusi bertajuk “Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Jaman Gen Z”. Forum ini digelar Institut Manajemen Real Estat Indonesia, Pollux Hotels Group, dan Secure Parking Indonesia pada Kamis (22/1/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi pelaku industri membahas transformasi layanan parkir menuju sistem modern dan terintegrasi. Orientasi layanan diarahkan pada kebutuhan pengguna digital.

Baca juga: Akhirnya, Raksasa Properti Dubai Resmi Investasi Rp 4 Triliun di IKN

Pembahasan tidak berhenti pada aspek bisnis. Diskusi juga menyoroti pergeseran paradigma menuju konsep smart mobility seiring meningkatnya ekspektasi generasi muda terhadap efisiensi dan kenyamanan.

Pengalaman berada di sebuah properti, menurut pandangan peserta diskusi, dimulai sejak pengunjung memasuki area parkir.

Sistem parkir yang masih manual, terpisah, atau memicu antrean panjang dinilai menurunkan kepuasan pelanggan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap citra properti di mata konsumen muda.

Managing Director Secure Parking Indonesia Rachmat Rustam memaparkan inovasi sistem keamanan dan pengelolaan parkir berbasis digital dari sisi operasional dan teknologi.

Handojo menambahkan kemudahan parkir memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat kepuasan tamu hotel dan pengunjung properti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau