Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Gelontorkan KUR Rp 50 T Ke Peternak Ayam untuk Suplai MBG

Kompas.com, 30 Januari 2026, 23:00 WIB
Syakirun Ni'am,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pemerintah menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 50 triliun untuk peternak ayam dengan bunga 3 persen.

Informasi ini Amran ungkapkan saat memberikan pembekalan terhadap ratusan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusdiklat Kementerian Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Peternak yang mendapatkan fasilitas KUR nantinya diminta membantu menyuplai kebutuhan telur dan daging ayam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

“Ini KUR kita keluarkan Rp 50 triliun untuk peternak mensuplai MBG,” kata Amran.

Baca juga: Amran: 2 Taipan Kuasai 70 Persen Perputaran Industri Ayam dan Telur

Selain peternak, KUR juga ditujukan kepada koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor peternakan ayam.

Mereka bakal diminta bahu membahu menyediakan stok telur nasional yang mencapai sekitar 1 juta ton telur dan 1,5 juta daging ayam pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton daging ayam di antaranya merupakan kebutuhan MBG yang memberi makan total 82,9 juta penerima manfaat.

Amran menjelaskan, di luar program KUR Rp 50 triliun, pemerintah juga menggelontorkan dana Rp 20 triliun melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Pemerintah Siapkan Rp 300 triliun untuk KUR 2026

Lembaga yang mengkonsolidasikan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bakal membangun ekosistem peternakan ayam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Danantara, melalui perusahaan BUMN akan membangun pabrik pakan, pabrik pembibitan anak ayam day old chicken (DOC), pabrik vaksin, pengolahan produk, gudang pendingin penyimpanan daging (cold storage), hingga logistik dan pemasaran.

“Ini bulan ini sebelum Ramadhan ini di-launching. Rp 20 triliun ini adalah BUMN,” tutur Amran.

Ia menyebut, proyek ekosistem peternakan ayam terintegrasi tahap pertama bakal dibangun di 12 provinsi yakni, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat.

Lalu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Selatan, dan Jawa Timur.

“(Pabrik) pakan kita bangun, DOC anak ayam kita bangun, kemudian vaksinnya kita bangun. Ini dibangun untuk mensuplai yang jutaan peternak kita, dan itulah solusi permanen (masalah ayam dan telur) nanti,” kata Amran.

Baca juga: BGN Sebut Rp 20 Triliun dari Danantara Dipakai untuk Biayai Peternak Ayam, Bukan Bangun Peternakan

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melaporkan, saat ini program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.

Program itu juga disebut telah menyerap hampir 1 juta tenaga kerja yang sebagiannya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit. 60 juta jadi sudah tembus angka 60 juta,” kata Zulhas di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program MBG mentargetkan, program andalan Presiden Prabowo Subianto akan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.

Baca juga: Airlangga: Bunga KUR Korban Bencana 0 Persen Selama 2026 Naik Bertahap

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau