Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah tenaga kerja asing di Jepang kembali mencatatkan rekor baru.
Berdasarkan laporan Nikkei Asia yang dikutip pada Rabu (4/2/2026), data terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan, jumlah pekerja asing di negara tersebut mencapai 2.571.037 orang pada 2025.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pengumpulan data dimulai pada 2008. Untuk pertama kalinya, jumlah tenaga kerja asing di Jepang melampaui 2,5 juta orang.
Baca juga: Ekspor Pertanian Jepang 2025 Rp 176,8 Triliun, Rekor 13 Tahun Beruntun
Ilustrasi jalan Ueno, Tokyo, Jepang.Secara tahunan, jumlah tenaga kerja asing di Jepang tumbuh 11,7 persen pada 2025.
Meski laju pertumbuhan pekerja asing di Jepang itu sedikit melambat 0,7 poin persentase dibandingkan 2024, pertumbuhan dua digit ini menandai tahun ketiga berturut-turut peningkatan di atas 10 persen.
Saat ini, pekerja asing menyumbang sekitar 4 persen dari total tenaga kerja Jepang.
Dari sisi kewarganegaraan, Vietnam menjadi negara asal dengan jumlah pekerja terbanyak di Jepang, yakni sekitar 600.000 orang atau setara 23,6 persen dari total tenaga kerja asing.
Baca juga: Jepang Jajaki Peluang Investasi di Indonesia, Nilai Iklim Usaha 2026 Lebih Kondusif
Posisi berikutnya ditempati pekerja asal Tiongkok sebanyak sekitar 430.000 orang, disusul Filipina sekitar 260.000 orang.
Sementara itu, peningkatan tertinggi secara persentase dicatatkan oleh pekerja asal Myanmar yang melonjak 42,5 persen. Pekerja dari Indonesia dan Sri Lanka juga mencatatkan kenaikan signifikan, masing-masing sebesar 34,6 persen dan 28,9 persen.
Ilustrasi gemuruh cahaya dan lautan manusia memenuhi Shibuya Cross, Jepang, pada malam hari“Meskipun Jepang menghadapi persaingan dari negara tujuan lain, seperti Korea Selatan dan Taiwan, beberapa pekerja asing masih memilih Jepang karena faktor-faktor seperti keamanan negara secara keseluruhan dan daya tarik budayanya," kata Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.
Dari sisi industri, peningkatan terbesar terjadi di sektor perawatan kesehatan dan kesejahteraan, termasuk perawatan lansia, dengan pertumbuhan 25,6 persen.
Baca juga: Ekspor Tuna Indonesia ke Jepang Bebas Tarif, Ini Syaratnya
Sektor hotel dan restoran mencatat kenaikan 17,1 persen, sementara sektor konstruksi tumbuh 16,1 persen.
Namun secara total jumlah pekerja, sektor manufaktur masih menjadi penyerap tenaga kerja asing terbesar, dengan sekitar 630.000 orang.
Pemerintah Jepang berencana meluncurkan sistem baru bagi pekerja asing yang disebut “Program Pengembangan Keterampilan Kerja”.
Program ini akan menggantikan Program Pelatihan Magang Teknik yang selama ini berlaku.
Baca juga: Rupiah Terlemah Saat IHSG To The Moon, Anomali di RI Ternyata Juga Dialami Jepang, India, Korsel