Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski baru resmi beroperasi pada 22 Desember 2025, PT Bank Syariah Nasional (BSN) langsung bergerak cepat membangun ekosistem perumahan di Indonesia.
Bank hasil spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini secara tegas memposisikan diri sebagai Banknya Para Developer.
Langkah tersebut diperkuat oleh posisi BSN sebagai bank dengan market share atau pangsa pasar FLPP terbesar kedua di Indonesia. Dengan rekam jejak panjang di pembiayaan perumahan, perseroan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan para pengembang.
Baca juga: BTN Salurkan Hampir 183.000 KPR Subsidi Sepanjang 2025
Ilustrasi pejuang KPR.Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, selama 20 tahun beroperasi, yakni ketika masih menjadi Unit Usaha Syariah BTN, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun komersial.
“Selama 20 tahun beroperasi, BSN (Dulu merupakan Unit Usaha Syariah BTN) telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Menurut Alex, pertumbuhan positif juga berlanjut sepanjang 2025. BSN mencatat pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen dan pertumbuhan pembiayaan mencapai sekitar 25,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer,” tutur Alex.
Baca juga: BTN Kuasai 37 Persen Penyaluran KPR Subsidi Nasional
Sebagai bentuk komitmen memberikan layanan terbaik, hingga akhir 2025 BSN telah memiliki 118 outlet layanan perbankan, terdiri atas 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Jaringan tersebut juga didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah.
Ilustrasi Bank Syariah Nasional.“Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami,” ujarnya.
Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan misi perseroan dalam mengambil peran aktif sebagai salah satu pilar pendukung program strategis pemerintah, termasuk menyukseskan Program Tiga Juta Rumah yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: BTN Bidik Kredit Tumbuh 9 Persen di Tengah Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP
“Sepanjang tahun ini kami memiliki beberapa program unggulan yang bisa dimanfaatkan para nasabah maupun kalangan developer sebagai mitra kami diantaranya, BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT (Ijarah Muntahiya Bittamlik) untuk pembiayaan komersil,” ungkap Alex.
Untuk pembiayaan konsumer, BSN terus berkomitmen mendukung KPR Subsidi dengan target penyaluran tahun 2026 ditingkatkan menjadi 73.700 unit atau sekitar 23 persen dari market share.
Sementara untuk KPR Non Subsidi, BSN menawarkan margin promo mulai 2,65 persen untuk selected developer.
“Selain itu kami juga meluncurkan program KPR Ikhtiar Haji, yaitu program KPR BSN dengan benefit porsi Haji atau paket Umroh yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik dan akselerasi penjualan proyek perumahan Developer dan KPR Golden Deal yang menghadirkan kesempatan kepada Nasabah para Top 10 Developer Realisasi Tertinggi atau Terpilih untuk mendapatkan e-voucher emas,” papar Alex.
Baca juga: BTN Kenalkan KPR Subsidi di Forum Keuangan Berkelanjutan Dunia