Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Syariah Nasional Bidik 73.700 Unit KPR Subsidi pada 2026

Kompas.com, 5 Februari 2026, 11:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski baru resmi beroperasi pada 22 Desember 2025, PT Bank Syariah Nasional (BSN) langsung bergerak cepat membangun ekosistem perumahan di Indonesia.

Bank hasil spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini secara tegas memposisikan diri sebagai Banknya Para Developer.

Langkah tersebut diperkuat oleh posisi BSN sebagai bank dengan market share atau pangsa pasar FLPP terbesar kedua di Indonesia. Dengan rekam jejak panjang di pembiayaan perumahan, perseroan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan para pengembang.

Baca juga: BTN Salurkan Hampir 183.000 KPR Subsidi Sepanjang 2025

Ilustrasi pejuang KPR.SHUTTERSTOCK/KUNLATHIDA6242 Ilustrasi pejuang KPR.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, selama 20 tahun beroperasi, yakni ketika masih menjadi Unit Usaha Syariah BTN, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun komersial.

“Selama 20 tahun beroperasi, BSN (Dulu merupakan Unit Usaha Syariah BTN) telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Aset dan pembiayaan tumbuh dua digit

Menurut Alex, pertumbuhan positif juga berlanjut sepanjang 2025. BSN mencatat pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen dan pertumbuhan pembiayaan mencapai sekitar 25,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer,” tutur Alex.

Baca juga: BTN Kuasai 37 Persen Penyaluran KPR Subsidi Nasional

Sebagai bentuk komitmen memberikan layanan terbaik, hingga akhir 2025 BSN telah memiliki 118 outlet layanan perbankan, terdiri atas 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Jaringan tersebut juga didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah.

Ilustrasi Bank Syariah Nasional.DOK. PT BANK SYARIAH NASIONAL Ilustrasi Bank Syariah Nasional.

“Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami,” ujarnya.

Target penguatan ekosistem end-to-end

Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan misi perseroan dalam mengambil peran aktif sebagai salah satu pilar pendukung program strategis pemerintah, termasuk menyukseskan Program Tiga Juta Rumah yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: BTN Bidik Kredit Tumbuh 9 Persen di Tengah Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP

“Sepanjang tahun ini kami memiliki beberapa program unggulan yang bisa dimanfaatkan para nasabah maupun kalangan developer sebagai mitra kami diantaranya, BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT (Ijarah Muntahiya Bittamlik) untuk pembiayaan komersil,” ungkap Alex.

Untuk pembiayaan konsumer, BSN terus berkomitmen mendukung KPR Subsidi dengan target penyaluran tahun 2026 ditingkatkan menjadi 73.700 unit atau sekitar 23 persen dari market share.

Sementara untuk KPR Non Subsidi, BSN menawarkan margin promo mulai 2,65 persen untuk selected developer.

“Selain itu kami juga meluncurkan program KPR Ikhtiar Haji, yaitu program KPR BSN dengan benefit porsi Haji atau paket Umroh yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik dan akselerasi penjualan proyek perumahan Developer dan KPR Golden Deal yang menghadirkan kesempatan kepada Nasabah para Top 10 Developer Realisasi Tertinggi atau Terpilih untuk mendapatkan e-voucher emas,” papar Alex.

Baca juga: BTN Kenalkan KPR Subsidi di Forum Keuangan Berkelanjutan Dunia

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau