Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Kompas.com, 9 Februari 2026, 16:46 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Nasdaq

KOMPAS.com - Di tengah tekanan ekonomi dunia yang tak kunjung mereda, mulai dari inflasi, biaya pendidikan dan sewa yang meningkat, hingga rendahnya pertumbuhan upah riil, banyak Gen Z merasa bahwa masa depan keuangan adalah nasib yang tak terhindarkan.

Survei menunjukkan hampir separuh Gen Z merasa merencanakan masa depan ibarat sia-sia, sehingga lebih memilih untuk menikmati hidup saat ini ketimbang menabung atau berinvestasi untuk jangka panjang.

Namun, bagi Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad dan tokoh di balik filosofi finansial “make money work for you”, keadaan ini bukanlah bukti bahwa generasi muda kalah dalam permainan ekonomi.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS

Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol.

Menurutnya, Gen Z hanya belum “bermain game yang benar.”

Dalam pandangannya, generasi yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an ini memiliki keuntungan unik dibanding generasi sebelumnya.

Dengan tools digital, akses pengetahuan lebih luas, dan waktu sebagai aset terpenting, Gen Z secara teoritis lebih siap membangun kekayaan jangka panjang, asalkan strategi yang digunakan sesuai dengan prinsip kekayaan yang benar.

Berikut beberapa cara membangun kekayaan di usia muda menurut Kiyosaki, dikutip dari Nasdaq, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Prediksi Robert Kiyosaki: Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026

1. Mengubah cara pikir: dari "bekerja untuk uang” ke “uang bekerja untukmu”

Ajaran inti Kiyosaki tetap konsisten dengan filosofi Rich Dad, yakni kekayaan tidak datang dari mengejar gaji tinggi semata. Fokusnya bukan sekadar pendapatan, melainkan aset yang bisa menghasilkan uang dari waktu ke waktu.

Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.

"Ini bukan tentang mengejar gaji tinggi. Ini tenntang investasi pada hal yang tumbuh," kata Kiyosaki.

Menurut Kiyosaki, yang dimaksud dengan “hal yang tumbuh” bukan hanya investasi finansial klasik seperti saham atau properti, tetapi juga:

  • Peningkatan skill yang terus berkembang nilainya
  • Sistem yang menghasilkan pendapatan pasif
  • Usaha sampingan (side hustle) yang bisa tumbuh menjadi sumber pendapatan utama

Ia menekankan, semakin cepat seseorang mulai mengumpulkan aset produktif, sekecil apa pun, semakin cepat pula ia bisa berhenti menukar waktu demi uang.

Baca juga: 5 Aset Passive Income Terbaik 2026 Menurut Robert Kiyosaki

Rata-rata gaji tahunan bukanlah tolak ukur kekayaan sejati, yang penting adalah bagaimana uang itu menghasilkan lebih banyak uang.

2. Waktu dan teknologi adalah keunggulan Gen Z

Dalam narasinya terhadap Gen Z, Kiyosaki tidak menutup mata tentang tantangan ekonomi yang terjadi. Namun ia melihat tiga modal utamanya, yaitu sebagai berikut.

  • Waktu. Waktu adalah teman dalam pertumbuhan kekayaan melalui compound growth (bunga majemuk).
  • Teknologi. Akses ke informasi, pasar modal, kemampuan belajar, dan bahkan peluang usaha kini tersedia hanya dengan laptop atau ponsel.
  • Skeptisisme. Melihat sistem yang terasa gagal bagi banyak orang membuat Gen Z tidak terikat oleh cara lama. Menurut Kiyosaki, itu sebenarnya menjadi keunggulan kompetitif.

Pandangan ini menegaskan bahwa Gen Z tidak perlu meniru jalur keuangan tradisional (kerja di perusahaan, menabung saja, lalu menunggu pensiun di usia senja).

Baca juga: 10 Pelajaran Keuangan yang Sering Terlambat Disadari Pria, Menurut Robert Kiyosaki

Sebaliknya, generasi ini dipandang memiliki keseimbangan unik antara kesadaran risiko dan akses terhadap alat keuangan modern.

Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau