Penulis
KOMPAS.com - Di tengah tekanan ekonomi dunia yang tak kunjung mereda, mulai dari inflasi, biaya pendidikan dan sewa yang meningkat, hingga rendahnya pertumbuhan upah riil, banyak Gen Z merasa bahwa masa depan keuangan adalah nasib yang tak terhindarkan.
Survei menunjukkan hampir separuh Gen Z merasa merencanakan masa depan ibarat sia-sia, sehingga lebih memilih untuk menikmati hidup saat ini ketimbang menabung atau berinvestasi untuk jangka panjang.
Namun, bagi Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad dan tokoh di balik filosofi finansial “make money work for you”, keadaan ini bukanlah bukti bahwa generasi muda kalah dalam permainan ekonomi.
Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS
Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol. Menurutnya, Gen Z hanya belum “bermain game yang benar.”
Dalam pandangannya, generasi yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an ini memiliki keuntungan unik dibanding generasi sebelumnya.
Dengan tools digital, akses pengetahuan lebih luas, dan waktu sebagai aset terpenting, Gen Z secara teoritis lebih siap membangun kekayaan jangka panjang, asalkan strategi yang digunakan sesuai dengan prinsip kekayaan yang benar.
Berikut beberapa cara membangun kekayaan di usia muda menurut Kiyosaki, dikutip dari Nasdaq, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Prediksi Robert Kiyosaki: Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026
Ajaran inti Kiyosaki tetap konsisten dengan filosofi Rich Dad, yakni kekayaan tidak datang dari mengejar gaji tinggi semata. Fokusnya bukan sekadar pendapatan, melainkan aset yang bisa menghasilkan uang dari waktu ke waktu.
Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja."Ini bukan tentang mengejar gaji tinggi. Ini tenntang investasi pada hal yang tumbuh," kata Kiyosaki.
Menurut Kiyosaki, yang dimaksud dengan “hal yang tumbuh” bukan hanya investasi finansial klasik seperti saham atau properti, tetapi juga:
Ia menekankan, semakin cepat seseorang mulai mengumpulkan aset produktif, sekecil apa pun, semakin cepat pula ia bisa berhenti menukar waktu demi uang.
Baca juga: 5 Aset Passive Income Terbaik 2026 Menurut Robert Kiyosaki
Rata-rata gaji tahunan bukanlah tolak ukur kekayaan sejati, yang penting adalah bagaimana uang itu menghasilkan lebih banyak uang.
Dalam narasinya terhadap Gen Z, Kiyosaki tidak menutup mata tentang tantangan ekonomi yang terjadi. Namun ia melihat tiga modal utamanya, yaitu sebagai berikut.
Pandangan ini menegaskan bahwa Gen Z tidak perlu meniru jalur keuangan tradisional (kerja di perusahaan, menabung saja, lalu menunggu pensiun di usia senja).
Baca juga: 10 Pelajaran Keuangan yang Sering Terlambat Disadari Pria, Menurut Robert Kiyosaki
Sebaliknya, generasi ini dipandang memiliki keseimbangan unik antara kesadaran risiko dan akses terhadap alat keuangan modern.
Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.