Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belajar dari Warren Buffett: 5 Pelajaran Uang yang Relevan untuk Gen Z

Kompas.com, 11 Februari 2026, 14:29 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Nasdaq

JAKARTA, KOMPAS.com - Perencanaan keuangan sejak usia muda kerap disebut sebagai penentu stabilitas finansial di masa depan.

Bagi Generasi Z atau Gen Z yang mulai aktif bekerja dan berinvestasi, sejumlah pelajaran dari investor kawakan sekaligus salah satu orang terkaya Warren Buffett dinilai tetap relevan, meski lahir dari era berbeda.

Dikutip dari Nasdaq, Rabu (11/2/2026), berikut lima prinsip pengelolaan uang ala Buffett yang dapat diterapkan generasi muda saat ini.

Baca juga: 10 Pelajaran Hidup Warren Buffett untuk Usia 20-an

Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.

1. Mulai sejak dini: kekuatan bunga majemuk

Pelajaran pertama yang sering dikutip dari Buffett adalah pentingnya memanfaatkan compound interest atau bunga majemuk sejak dini.

Kevin Shahnazari, pendiri dan CEO FinlyWealth, mengatakan bahwa ia kerap menasihati klien-klien Gen Z untuk mulai berinvestasi sedini mungkin.

“Saya mengatakan kepada klien Gen Z saya bahwa pelajaran pertama Buffett adalah mulai dari bunga majemuk,” ujar Shahnazari.

Contoh yang disebutkan Shahnazari menunjukkan bahwa dengan menabung sekitar 200 dollar AS atau setara sekitar Rp 3,3 juta (asumsi kurs Rp 16.783 per dollar AS) per bulan sejak usia awal 20-an, portofolio investasi dapat berkembang secara signifikan dalam lima tahun.

Baca juga: Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak

Prinsip ini sejalan dengan salah satu ciri khas pandangan Buffett yang menekankan getting rich slowly, yaitu “menjadi kaya secara perlahan” daripada mencoba jalan pintas.

2. Hidup di bawah kemampuan finansial

Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia. Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia.

Pelajaran kedua berhubungan dengan gaya hidup adalah hidup di bawah kemampuan (live below your means). Buffett dikenal hidup sederhana, bahkan setelah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Shahnazari menunjukkan fakta ini sebagai cerminan prinsip yang perlu dipahami Gen Z.

“Banyak klien muda saya terkejut ketika saya tunjukkan bahwa Buffett masih tinggal di rumah yang dia beli seharga 31.500 dollar AS (setara sekitar Rp 528,6 juta) pada 1958 meskipun dia seorang miliarder,” kata Shahnazari.

Baca juga: Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas

"Data platform saya menunjukkan pengguna Gen Z yang menjaga gaya hidup sederhana biasanya mencapai tujuan finansial mereka 40 persen lebih cepat," tutur dia.

Michael Benoit, pemilik California Contractor Bond & Insurance Services, juga menekankan pentingnya menghindari inflasi gaya hidup, yaitu kecenderungan meningkatkan pengeluaran seiring dengan meningkatnya penghasilan.

“Gaya hidup frugal Buffett menjadi pengingat bagi Gen Z bahwa kesuksesan finansial tidak memerlukan pengeluaran berlebihan,” ujar Benoit.

Halaman:


Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau