Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Perencanaan keuangan sejak usia muda kerap disebut sebagai penentu stabilitas finansial di masa depan.
Bagi Generasi Z atau Gen Z yang mulai aktif bekerja dan berinvestasi, sejumlah pelajaran dari investor kawakan sekaligus salah satu orang terkaya Warren Buffett dinilai tetap relevan, meski lahir dari era berbeda.
Dikutip dari Nasdaq, Rabu (11/2/2026), berikut lima prinsip pengelolaan uang ala Buffett yang dapat diterapkan generasi muda saat ini.
Baca juga: 10 Pelajaran Hidup Warren Buffett untuk Usia 20-an
Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.Pelajaran pertama yang sering dikutip dari Buffett adalah pentingnya memanfaatkan compound interest atau bunga majemuk sejak dini.
Kevin Shahnazari, pendiri dan CEO FinlyWealth, mengatakan bahwa ia kerap menasihati klien-klien Gen Z untuk mulai berinvestasi sedini mungkin.
“Saya mengatakan kepada klien Gen Z saya bahwa pelajaran pertama Buffett adalah mulai dari bunga majemuk,” ujar Shahnazari.
Contoh yang disebutkan Shahnazari menunjukkan bahwa dengan menabung sekitar 200 dollar AS atau setara sekitar Rp 3,3 juta (asumsi kurs Rp 16.783 per dollar AS) per bulan sejak usia awal 20-an, portofolio investasi dapat berkembang secara signifikan dalam lima tahun.
Baca juga: Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak
Prinsip ini sejalan dengan salah satu ciri khas pandangan Buffett yang menekankan getting rich slowly, yaitu “menjadi kaya secara perlahan” daripada mencoba jalan pintas.
Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia.Pelajaran kedua berhubungan dengan gaya hidup adalah hidup di bawah kemampuan (live below your means). Buffett dikenal hidup sederhana, bahkan setelah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Shahnazari menunjukkan fakta ini sebagai cerminan prinsip yang perlu dipahami Gen Z.
“Banyak klien muda saya terkejut ketika saya tunjukkan bahwa Buffett masih tinggal di rumah yang dia beli seharga 31.500 dollar AS (setara sekitar Rp 528,6 juta) pada 1958 meskipun dia seorang miliarder,” kata Shahnazari.
Baca juga: Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas
"Data platform saya menunjukkan pengguna Gen Z yang menjaga gaya hidup sederhana biasanya mencapai tujuan finansial mereka 40 persen lebih cepat," tutur dia.
Michael Benoit, pemilik California Contractor Bond & Insurance Services, juga menekankan pentingnya menghindari inflasi gaya hidup, yaitu kecenderungan meningkatkan pengeluaran seiring dengan meningkatnya penghasilan.
“Gaya hidup frugal Buffett menjadi pengingat bagi Gen Z bahwa kesuksesan finansial tidak memerlukan pengeluaran berlebihan,” ujar Benoit.