JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garam mengungkap minat seorang pengusaha tembakau di Pulau Madura untuk berinvestasi Rp 300 miliar dalam pembangunan pabrik garam industri di Kabupaten Sumenep.
Sekretaris Perusahaan PT Garam Indra Kurniawan menyampaikan informasi tersebut di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
“Saya belum bisa sebutkan namanya. Saat ini dia pelaku tembakau di sana, mungkin sudah tahu lah,” kata Indra.
“Dia selaku pengusaha tembakau awalnya, sekarang dia mau bermain di garam,” lanjut Indra.
Baca juga: PT Garam Jajaki 7 Proyek Pabrik Garam Senilai Rp 10 Triliun
Pabrik yang direncanakan memiliki kapasitas produksi 80.000 hingga 160.000 ton per tahun. Fasilitas ini akan menyerap garam petani di Madura.
Skema tersebut sekaligus menepis anggapan PT Garam menjadi pesaing petani. Penyerapan masih terkendala kualitas garam rakyat yang belum memenuhi standar industri.
“Itu dikarenakan mereka belum mendapatkan jaminan secara 100 persen bahwa garam mereka akan dilakukan pembelian,” ujar Indra.
Pabrik di Sumenep akan menetapkan standar kandungan natrium klorida minimal 94 persen untuk garam yang diserap.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi offtaker bagi petani setempat dan memberi kepastian pembelian.
“Harapannya kita akan kolaborasikan dengan KKP harapannya para petambak garam bisa berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas mereka,” tutur Indra.
Baca juga: 11.776 Hektar Tambak Garam di Rote Bakal Dikelola Swasta
Proyek di Sumenep masuk dalam tujuh proyek yang dijajaki PT Garam pada 2026. Total nilai investasi tujuh proyek tersebut mencapai Rp 10 triliun.
Proyek terbesar berada di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 7 triliun. Proyek ini digarap bersama PT Pertamina (Persero).
“Jadi ada peluang potensi yang cukup besar dari Pertamina di Balikpapan,” ujar Indra.
Proyek lain meliputi pembangunan pabrik Mechanical Vapor Recompression Citycon berkapasitas 100.000 ton per tahun dan MVR berkapasitas 400.000 ton per tahun di Gresik.
PT Garam juga menjajaki pengolahan garam di Bipolo dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, serta pabrik calcium magnesium berbasis bittern di Sampang, Madura.
Tujuh proyek tersebut ditargetkan mendukung swasembada garam pada 2027.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang