Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapura Siapkan Insentif AI dalam APBN 2026, Bidik Produktivitas Bisnis

Kompas.com, 12 Februari 2026, 20:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com — Pemerintah Singapura dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Budget 2026 mengumumkan serangkaian langkah kebijakan yang menempatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu fokus utama dalam strategi ekonomi jangka menengah.

Langkah ini mencakup insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi AI serta dukungan lain untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital.

Dalam presentasi anggaran yang dibacakan di Parlemen, dikutip dari CNBC, Kamis (12/2/2026), Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong menekankan peran strategis AI dalam memperkokoh ketahanan dan daya saing ekonomi Singapura di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Baca juga: Bank Indonesia Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Siap Terhubung Pembayaran Singapura hingga India

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Singapura, pada Jumat (30/5/2025).
Tangkapan layar via CNA Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Singapura, pada Jumat (30/5/2025).

Pemerintah Singapura memandang AI bukan hanya sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.

“AI adalah alat yang ampuh, tetapi tetaplah sebuah alat. AI harus melayani kepentingan nasional dan rakyat kita,” kata Wong.

Skema insentif fiskal untuk AI

Salah satu komponen penting dalam anggaran tahun ini adalah pemberian insentif potongan pajak dan dukungan langsung untuk perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam operasi bisnisnya.

Dalam perluasan Skema Inovasi Perusahaan, yang memberikan potongan pajak sebesar 400 persen kepada bisnis atas pengeluaran yang memenuhi syarat.

Baca juga: Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka RI Masuk Perjanjian Perdagangan Bebas

Pengeluaran tersebut akan diperluas untuk mencakup pengeluaran AI, dengan batasan maksimal 50.000 dollar Singapura atau setara sekitar Rp 666.643.500 (asumsi kurs Rp 13.332 per dollar Singapura) per tahun untuk tahun 2027 dan 2028.

“Seiring keberhasilan perusahaan-perusahaan ini, mereka akan menetapkan tolok ukur bagi industri mereka dan menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka,” terang Wong.

Langkah ini merupakan intervensi pemerintah yang paling agresif terhadap adopsi AI di sektor swasta Singapura.

Targetnya adalah mendorong perusahaan tidak hanya bereksperimen, tetapi benar-benar mentransformasikan proses bisnis dengan teknologi AI.

Baca juga: Kabel Laut Jakarta–Batam–Singapura Digelar, Apa Dampaknya?

Insentif ini dipandang selaras dengan tren global di mana negara-negara berlomba menarik investasi teknologi dan mempercepat adaptasi digital di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Beberapa analis menilai kebijakan fiskal ini bisa memperkuat posisi Singapura dibandingkan wilayah lain di Asia yang juga tengah memperluas dukungan AI.

Peran AI dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura

APBN Singapura 2026 diawali dengan proyeksi ekonomi yang lebih optimis.

Singapura memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 2 sampai 4 persen, meningkat dibandingkan perkiraan awal 1 sampai 3 persen sebelumnya.

Baca juga: Singapura Kucurkan Lebih dari Rp 13 Triliun untuk Riset AI hingga 2030

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau