Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula

Kompas.com, 16 Februari 2026, 12:21 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Minat terhadap investasi emas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring perkembangan teknologi digital yang memudahkan akses masyarakat terhadap instrumen tersebut.

Kini, investor tidak lagi harus membeli emas dalam bentuk fisik seperti batangan atau perhiasan.

Melalui layanan emas digital, investor dapat membeli emas dalam jumlah kecil, menyimpannya secara elektronik, dan memperdagangkannya melalui aplikasi.

Baca juga: Harga Emas Naik Turun, Waspadai Risiko FOMO bagi Investor

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Digitalisasi ini telah mengubah cara investor berinteraksi dengan emas.

Reuters mewartakan, inisiatif global seperti pooled gold interests yang dikembangkan oleh World Gold Council bahkan memungkinkan investor memiliki kepemilikan fraksional atas emas fisik yang disimpan di brankas, sekaligus mempermudah transfer dan perdagangan emas secara digital.

Namun, kemudahan tersebut juga diikuti sejumlah karakteristik, risiko, serta mekanisme yang perlu dipahami investor pemula sebelum memutuskan berinvestasi.

Berikut aspek-aspek utama yang perlu diketahui investor pemula sebelum investasi emas digital.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melemah 0,8 Persen di Tengah Aksi Ambil Untung

Emas sebagai instrumen lindung nilai dan diversifikasi

Emas telah lama dipandang sebagai salah satu aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi, ketidakstabilan ekonomi, dan gejolak geopolitik.

Investopedia mencatat, investor membeli emas sebagai pelindung terhadap ketidakpastian politik dan inflasi, serta untuk diversifikasi portofolio karena korelasinya relatif rendah dengan aset lain seperti saham atau obligasi.

Selain itu, emas memiliki karakteristik unik sebagai aset dengan pasokan terbatas dan tidak dapat diproduksi secara sembarangan seperti mata uang.

Ilustrasi emas.  Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam MuliaDOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia

Sifat kelangkaan dan ketahanannya membuat emas sering dianggap sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Baca juga: Harga Emas Hartadinata 16 Februari 2026 Turun, Kini Rp 2,89 Juta Per Gram

Peran emas sebagai aset safe haven juga terlihat dalam dinamika pasar global. Ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, investor cenderung meningkatkan alokasi emas sebagai upaya melindungi kekayaan mereka.

Namun, meskipun emas sering dianggap stabil dalam jangka panjang, investor tetap perlu memahami bahwa harga emas dapat berfluktuasi secara signifikan dalam jangka pendek.

Apa itu emas digital dan bagaimana cara kerjanya

Emas digital adalah bentuk kepemilikan emas yang dicatat secara elektronik melalui platform atau aplikasi. Investor membeli emas dalam bentuk saldo gramasi yang tersimpan di akun digital, tanpa harus memegang emas secara fisik.

Pegadaian menjelaskan, Tabungan Emas merupakan layanan penitipan emas yang memungkinkan nasabah membeli dan menyimpan emas secara praktis sebagai bentuk investasi.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 16 Februari 2026, Cek Rinciannya

Melalui layanan ini, nasabah dapat membeli emas dengan berat sangat kecil, bahkan mulai dari 0,01 gram.

Selain itu, Pegadaian menyebut nasabah dapat melakukan transaksi pembelian, penjualan, maupun pencetakan emas digital menjadi emas fisik melalui aplikasi atau layanan resmi.

Sistem ini memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan modal kecil, karena pembelian emas digital dapat dilakukan sesuai kemampuan finansial investor.

Aksesibilitas dan kemudahan menjadi daya tarik utama

Salah satu faktor utama yang mendorong popularitas emas digital adalah aksesibilitasnya. Perkembangan platform digital telah membuat investasi emas menjadi semakin mudah dan praktis dibandingkan sebelumnya.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.

Baca juga: Prospek Saham ANTM di Tengah Lonjakan Permintaan Emas

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau